BataraNews.com –Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahunnya memiliki program bantuan bagi lingkungan, yakni bina lingkungan BUMN peduli (BL Peduli). Program ini dilakukan secara bersama-sama antar BUMN mulai dari pelaksanaannya sampai penetapan program.

Keseluruhan program bina peduli ini dikoordinir oleh Menteri BUMN, hal ini sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan (PK) BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (BL).

Berdasarkan penelusuran Tim Investigator LJ, dari jumlah dana bina lingkungan yang tersedia di masing-masing BUMN hanya 30 persen yang digunakan. Hal ini terjadi karena terbitnya PER-20/MBU/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Perubahan Pertama PER-05/MBU/2007. Akibatnya, program BL Peduli tersebut dihentikan mulai tahun buku 2013 dan selanjutnya diatur batas waktu penyelesaian sisa program BL Peduli. Timbul persoalan di sini, yakni terkait pengembalian sisa lebih dana kegiatan bina lingkungan.

Sebagaimana diketahui, dana bina lingkungan yang dipakai hanya 30 persen dan yang tersisa 70 persen. Berdasarkan data yang diperoleh Tim Investigator LJ, sedikitnya ada 10 kegiatan bina lingkungan yang menyisakan dana dan seharusnya dikembalikan ke Negara.(Fahad Hasan&Tim Investigator LJ)