Spread the love

BataraNews.com – Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah ceramahnya pernah mengatakan bahwa kebatilan dan kerusakan masyarakat yang merajalela sekarang ini disebabkan banyak orang-orang sholehnya tidak mau bersuara tentang kebenaran.

Dalam ceramahnya, UAS mengatakan jika kebatilan dan kebenaran itu hal yang pasti ada dimuka bumi ini. Namun, jika di dunia ini terlalu banyak kebatilan yang meraja-lela maka itu karena diamnya orang-orang sholeh.

Bahkan UAS mengatakan orang-orang sholeh yang enggan menyuarakan kebenaran diatas kebatilan itu seperti Setan Bisu.

Ungkapan UAS tersebut untuk menyindir orang-orang yang enggan untuk menyampaikan kebenaran, diam atas kezhaliman, dan tidak mau melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

Siapa yang melihat kebenaran dibatasi atau dirampas, atau menyaksikan realita yang kontra kebenaran, lalu ia diam, maka sikap diamnya tersebut menyalahi semangat syariat Muhammad (Islam). Kecuali, misalnya jika perkataannya nanti dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar dari bahaya yang tengah terjadi. Tak ada satu pun orang-orang terdahulu (as sabiqin) yang berpesan untuk bersikap diam atas perusakan kehormatan, dan meridhai atas pelanggaran-pelanggaran.

Perkataan Setan Bisu sebenarnya bukan termasuk sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ini adalah perkataan yang diucapkan oleh Abu Ali Ad Daqqaq.

Namun terkait perkataan Abu Ali ini ada Hadits sahih yang berkaitan dengan istilah tersebut yang bersumber dari Abu Dzar Radhiallahu anhu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, “Katakanlah yang benar, meski pahit rasanya (akibatnya).”

Hadits ini adalah seruan untuk tidak takut kepada manusia dalam mengatakan kebenaran, dan tidak diam atas kebatilan meski kebenaran itu dirasa pahit oleh orang banyak. Karena Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah memerintahkan kita untuk mengatakannya karena Allah, tanpa takut terhadap cacian orang lain.[azki]