Ada Apa di Balik Percepatan Pemindahan Ibukota Indonesia?

Spread the love

BataraNews.com – Tanggal 23 April 2019, petahana runner up Pemilu, Joko Widodo memutuskan perpindahan ibukota Indonesia di luar Jawa. Setelah itu, 3 hari berikutnya, 26 April, Luhut Binsar Panjaitan sudah di Beijing, bertemu Presiden RRC Negara Komunis, untuk melaporkan keputusan itu guna memuluskan program OBOR dari negara Komunis China. Semua dilakukan dengan tergesa-gesa sebelum Presiden Baru yang terpilih secara legitimate, yakni Prabowo Sandi dilantik.

Perlu kita ketahui, bahwa China tengah menyusun aturan investasi luar negeri sebagai bagian dari inisiatif One Belt and One Road (OBOR) atau dikenal sebagai Jalur Sutera yang dicanangkan oleh Presiden Xi Jinping sebagai Koloni Ekonomi RRC – negara Komunis China, di bawah komando Beijing.

Kemudian kita ramai turut kembali terpancing memperbincangkan pemindahan ibukota itu tersebut dengan alternatif antara Kalimantan dan Sulawesi, Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Tengah dan Timur. JK sempat membisikkan kepada Jokowi, Sulawesi Barat (Mamuju) sebagai lokasi ideal ibukota RI.

Hanya elite tertentu yang mengetahui bahwa ada juga Tuntutan Rahasia dari Presiden Xi Jinping di Beijing agar Presiden Indonesia Joko Widodo, menetapkan ibukota Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat.

Apa sesungguhnya, kepentingan Beijing di Ketapang, Kalimantan Barat, itu sudah mudah terbaca, yaitu strategis geografis Jalur Sutra China dan kultur masyarakat Kalimantan Barat, yaitu sudah sepertiga pemukim berasal dari bangsa Tiongkok yang sudah lama mendiami dan beranak-pinak, sehingga sangat mempermudah dan mulusnya semua rencana kompanion China membangun Infrastruktur Ibukota Indonesia Baru, termasuk perumahan, Apartemen China di sana, karena belajar dari banyak dari kegagalan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta dan kegagalan Meikarta.

Jadi untuk saudara-saudaraku pribumi dari Sulawesi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, jangan baper, karena ini rencana besar mereka dari bangsa China, karena kata mereka,
“Kami yang punya uang, maka kami pula yang mengatur kalian.”

Setelah kompanion China gagal menaklukkan Batavia, mereka kembali menyusun kekuatan untuk menaklukkan Kalbar, apakah mereka sukses, kita ikuti terus pergerakan mereka. Fakta ini diperkuat dengan telah banyak beredar video lalu-lalangnya tentara merah RRC di wilayah NKRI perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara dengan Serawak.

” .. WASPADA SELALU, UPAYA KOLONISASI BANGSA CHINA SECARA SOSIAL DAN EKONOMI DI INDONESIA.”

(Andi Ridwan Adam)