BataraNews.com – Pasca beredarnya secara viral di jagad maya terkait pernyataan Mahfud MD yang mengatakan kantung-kantung suara Prabowo – Sandi hanya menang di propinsi-propinsi garis keras dalam hal agama, (baca juga : Mahfud MD Sebut Prabowo Hanya Unggul di Provinsi Islam Garis Keras ), muncul beragam komentar dari netizen.

Meski Mahfud MD telah memberikan balasan terkait pernyataannya tersebut, justru penjelasannya tersebut dinilai semakin ‘blunder’ dan malah memberikan penilaian oleh netizen bahwa semakin jelas Mahfud tengah memainkan peran apa saat ini.

Berikut ini cuitan-cuitan komentar netizen yang ramai di sosial media.

Pak MMD bilang di Jabar, Sumbar, Aceh & Sulsel; Islam Garis Keras se olah2 anti Keberagaman, Apakah ada di Sumbar Gereja dirusak & dibakar?” cuit akun refrizalskb.

Pak Refrizal, Krn Anda teman sy maka sy jelaskan. Anda blm melihat video yg sy katakan shg responnya buru2. Anda terprovokasi oleh @msaid_didu , hahaha.? Saya bilang, Pak Jkw kalah di provinsi yg “dulunya” adalah tempat garis keras dlm keagama. Makanya Pak Jkw perlu rekonsiliasi” cuit akun @mohmahfudmd.

Sy katakan DULU-nya krn 2 alsn: 1) DULU DI/TII Kartosuwiryo di Jabar, DULU PRRI di Sumbar, DULU GAM di Aceh, DULU DI/TII Kahar Muzakkar di Sulsel. Lht di video ada kata “dulu”. Puluhan tahun terakhir sdh menyatu. Maka sy usul Pak Jkw melakukan rekonsiliasi, agar merangkul mereka ” cuit akun @mohmahfudmd.

“Sekedar meluruskan Prof Mahfud. PRRI/Permesta bukan pemberontakan dg ideologi agama. Pemimpin perlawanan Kol Simbolon (Medan), Letkol A.Husein (Padang), Letkol Ismail Lengah (Riau), Kol Kawilarang dan Lekol V. Samual (Sul-Ut). Tidak ada hubungannya denga daerah Islam garis keras” tulis akun @karniilyas.