BataraNews.com – Menyikapi situasi terkini dari proses penghitungan suara Pemilu Pilpres kali ini, Prof. Mahfud MD memberikan pendapatnya saat telewicara dengan salah satu tv swasta.

Menurut Mahfud, melihat situasi yang makin panas terkait Pemilu ini, dirinya menyarakan agar kedua kubu 01 dan 02 segera melakukan rekonsiliasi demi persatuan bangsa.

Mahfud menilai bahwa dengan kondisi sekarang, rakyat menjadi terbelah, padahal menurutnya berdasarkan suara yang masuk di KPU, Jokowi sudah dipastikan menang dan susah untuk berbalik jadi kalah.

Mahfud pun menyebut jika Jokowi hanya kalah di propinsi-propinsi yang dulunya merupakan garis keras dalam hal agama. Kemudian Mahfud mencontohkan propinsi yang dimaksud itu adalah Aceh, Sumatra Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Sampai berita ini diturunkan jagad media sosial yang mencuit video telewicara Mahfud tersebut sudah di retwit dan di komentari oleh ratusan netizen.

Namun yang menariknya, rata-rata netizen yang berkomentar tersebut mempertanyakan maksud Islam garis keras seperti yang disebut mahfud.

Salah satu yang berkomentar itu diantaranya oleh akun Said Didu yang keberatan jika tempat kelahirannya disebut propinsi garis keras.

Mohon maaf prof @mohmahfudmd, saya berasal dari Sulsel, mhn jelaskan indikator yg prof gunakan sehingga menuduh orang Sulsel adalah orang2 garis keras agar jadi bahan pertimbangan kami. Kami orang Sulsel memang punya prinsip SIRI utk menjaga kehormatan. Inikah yg dianggap keras ?,” cuit Said Didu.

Berikut ini cuplikan video telewicara Mahfud yang tengah hangat dibicarakan.