225 Petugas KPPS Meninggal, Tagar Pecat Ketua KPU Sempat Jadi Trending Topik

Spread the love

BataraNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia menjadi 225 orang pada kamis (25/04/2019) lalu.

“Jumlah yang wafat 225 dan sakit 1470, total tertimpa musibah 1695 orang,” ujar Komisioner KPU RI,  Viryan Aziz.

Terkait santunan, ia mengatakan akan dibedakan bagi petugas yang meninggal dan yang sakit.

Sejauh ini, setelah ada kabar banyaknya petugas KPPS yang meninggal, salah satunya karena kelelahan, KPU telah menginstruksikan jajaran di kabupaten/kota melakukan pemantauan terhadap kesehatan petugas KPPS.

KPU mengusulkan jumlah santunan bagi petugas KPPS yang meninggal dunia sekitar Rp30 juta hingga Rp36 juta.

Sedangkan santunan untuk petugas KPPS yang terluka sebesar Rp16 juta. Adapun petugas KPPS yang cacat akan menerima santunan maksimal Rp30 juta.

Sementara itu, meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam gelaran Pemilu kali ini dinilai sebagai salah satu bukti buruknya kinerja KPU RI dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini.

Netizen juga menilai, anggaran 25 Triliun untuk menyelenggarakan Pemilu seharusnya dapat membuat para petugas KPPS yang langsung menyentuh ke masyarakat ini diakomodasi dengan baik sehingga faktor kelelahan ini dapat diminimalisir.

Atas meninggalnya ratusan petugas KPPS ini, para netizen yang aktif di media sosial mempertanyakan kembali kapasitas Arief Budiman selaku Ketua KPU RI.

Arief Budiman dinilai oleh para penggiat media sosial dan netizen bukanlah sosok yang memiliki kapasitas baik dalam memimpin penyelenggaraan Pemilu kali ini.

Seruan berhentikan ketua KPK pun sempat menjadi trending topik di media sosial Twitter dengan tagar #225MeninggalPecatKetuaKPU.

Mulai dari ucapan belasungkawa hingga sindiran kepada KPU pun bertebaran di jagad sosial media seperti cuitan netizen yang satu ini.