BataraNews.com – Kedatangan Mahfud MD dengan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu 24 April 2019, disambut baik oleh KPU.

Kedatangan Mahfud ingin mengetahui progres kerja penyelenggara pemilu pascapemungutan suara yang berlangsung 17 April 2019.

Usai menengok ruangan kerja dan beberapa perangkat milik KPU, Mahfud meyakini seperti kunjungan sebelumnya ke kantor tersebut bahwa lembaga yang diketuai Arief Budiman itu telah bekerja secara profesional.

“Kami merasa risih juga, merasa terganggu dengan perkembangan terakhir di mana ada tudingan dan dugaan terjadi kecurangan-kecurangan yang bersifat terstruktur di KPU. Sebelum pemungutan suara kami datang menyatakan bahwa KPU profesional, sehingga ketika ada berita seperti ini kami terganggu ingin mengecek apa yang sebenarnya terjadi,” kata Mahfud saat menyampaikan keterangan pers yang turut didampingi sejumlah komisioner KPU seperti dilansir Viva. 

Mahfud pun menjelaskan soal kesalahan input data yang belakangan menjadi polemik di media sosial. Dari data yang diperoleh dan dipantau sendiri olehnya terdapat 105 tempat pemungutan suara (TPS) yang diketahui mengalami kekeliruan memasukkan data. 

Jumlah itu kemudian dibandingkan dengan data yang sudah masuk hingga sore ini sebanyak 241 ribu TPS lebih. Dari data tersebut, 24 TPS di antaranya berdasarkan laporan masyarakat dan sisanya atas temuan KPU.

“Dikoreksi sendiri karena ditemukan sendiri di mana masyarakat tidak tahu kebenarannya. Dari situ kekeliruan itu berarti hanya ada 0,0004 persen. Berarti ada 1:2.500 TPS. Dari situ menjadi tak mungkin kalau mau ada rekayasa terstruktur. Kalau terstruktur mestinya berpersen-persen. Tidak mungkin ada kesengajaan,” tuturnya.

Sementara itu, banyak netizen berkomentar tidak sependapat dengan penilaian Mahfud ini. Menurut mereka, Mahfud tidak melihat apa yang terjadi dilapangan. Hanya dengan melihat di kantor KPU saja ini tentu tidak tepat. Malah ‘saking’ banyaknya kecurangan yang ada tentu menjadi tanda-tanya besar, benarkah KPU sudah bekerja profesional atau sebaliknya.

Bahkan wacana Pemilu ulang di daerah-daerah pun sudah menggelinding deras akibat ketidak-profesionalan KPU.

Terkait KPU cuma salah 0,0004 versi Mahfud MD yang turut dicuitkan juga di akun Medsos miliknya berhasil membuat ratusan komentar netizen yang tak sependapat dengan versi Mahfud itu. Berikut ini cuitannya.