Spread the love

Bataranews.com – Ketua PBNU, Said Aqil, dan 10 perwakilan Ormas Islam, seperti Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (PERSIS), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (IKADI), Azzikra Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Persatuan Umat Islam (PUI), dan Himpunan Bina Mualaf, dikabarkan menggelar konferensi Pers Pernyataan Sikap Usai Pemilu 2019, di Jakarta, Jumat (19/4).

Dalam keterangan Pers-nya, Said mengatakan kedua calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019 tidak ada hubungannya dengan NU dan 10 ormas Islam tersebut. PBNU menegaskan, jangan sampai umat Islam saling bermusuhan karena pilpres.

“Adapun dalam menghubungi kedua paslon, itu bukan urusan kami, bukan urusan ormas. Kami tidak ada sangkut pautnya dengan kedua paslon capres tersebut,” kata¬† Said.

“Jangan sampai terjadi yang tidak kita inginkan, seperti saling caci maki, saling fitnah, saling terpecah permusuhan. Jadi kita berkewajiban untuk merawat umat kita,” katanya lagi.

Said mengatakan, bahwa pihak NU dan sepuluh ormas Islam ini menyerahkan serta mempercayakan seluruh urusan politik pemilihan presiden kepada penyelenggara KPU, Bawaslu, dan DKPP. “Kita percaya dan yakin mereka juga punya sistem yang canggih jadi tidak mungkin mereka curang dan tidak jujur. Saya yakin, kita percaya itu,” jelasnya seperti dilansir republika.

Seperti diketahui sebelumnya, Said Aqil kerap melontarkan dukungannya kepada Paslon Capres – Cawapres dari 01, Jokowi – Ma’ruf, karena disitu ada perwakilan NU yaitu Ma’ruf Amin.

“Karena yang maju adalah Rais Aam, jadi harus menang,” ujar Said kala itu saat ditemui di kantor PBNU, Jakarta pada Selasa, 14 Agustus 2018.

Said mengatakan, meski tidak berpolitik, NU memiliki bobot politis yang berat. “Kami membantu mensukseskan, kendaraan politik-nya tentu PKB,” ujar Said.

Dia juga mengklaim, seluruh struktur NU akan turut mendukung penuh Jokowi-Ma’ruf di pemilihan presiden 2019. “Struktur kami di NU, warga nahdliyin, enggak usah digerakkan, enggak perlu dibayar, akan mendukung penuh,” ujar Said seperti dilansir Tempo.

Ma’ruf Amin menjabat Rais Aam PBNU periode 2015-2020. Pria kelahiran Tangerang 75 tahun lalu itu menjadi ulama yang paling disegani di kalangan nahdliyin, sebutan untuk pengikut NU.(*)