Spread the love

BataraNews.com – Tak perlu bukti apapun selain bukti yang ditujukan masyarakat telah nyata menunjukan praktik kecurangan sangat masif dipamerkan di Pemilu 2019 ini.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai mandul dan itu yang terjadi. Mulai dari Quick Count yang menyesatkan, kotak suara tiba-tiba hilang, kertas suara sudah tercoblos, intimidasi dan manipulasi data ditingkat KPU malah lebih ‘ngeri’ lagi namun hanya diklarifikasi salah input dan minta maaf, selesai.

Jauh-jauh hari, Calon Presiden dari 02, Prabowo Subianto selalu mengingatkan agar menjaga TPS-TPS yang ada dan mengamankan kotak suara dari praktik kecurangan.

Dan kecurangan masif pun terjadi, Bawaslu tidak berdaya karena ‘saking’ masifnya kecurangan yang terjadi. Beruntung, intruksi Prabowo dan dikuatkan kembali oleh intruksi Imam Besar Habib Rizieq menjadi komando rakyat untuk bergerak.

Rakyat pun bergerak mengamankan hasil Pemilu. Modalnya, Smartphone dan kuota Internet. ‘Cekrek-cekrek’ atau rekam kejadian lalu upload ke media sosial. Yang menjadi relawan dan saksi lapangan pun sama bergerak dengan spirit yang sama, jaga kotak suara agar tidak dimanipulatif pihak manapun. hasilnya, C1 Plano masih bisa diamankan meskipun masih terjadi pembajakan disejumlah titik.

Kecurangan-kecurangan pun saat ini mulai bertekuk lutut dengan kejujuran rakyat, Namun, perjuangan belum selesai hingga sebulan kedepan dan KPU secara jujur mengumumkan siapa pemenangnya.

Inilah sesungguhnya ‘People Power’. Tidak ada kerusuhan. Yang ada adalah gerakan rakyat untuk mengawal Pemilu yang jujur dan Adil. Semoga rakyat Indonesia semakin cerdas dan semakin beradab di masa depan. Aamiin (azki)