Spread the love

BataraNews.com – Hasil Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU pada 17 April lalu dinilai banyak terjadi masalah selama proses penghitungan suara berlangsung sampai saat ini.

Ditataran teknis, penyelenggaraan Pemilu kemarin dinilai paling banyak ‘cacatnya’ dibanding Pemilu sebelumnya. Mulai dari logistik yang tidak lengkap, kotak suara yang hilang, Polisi melarang warga ikut memantau kotak suara, hingga banyak kotak suara yang tidak tergembok menjadi laporan yang viral di media sosial.

Ditataran sistem penghitungan, mulai dari Quick Count yang diralat hingga data website KPU yang berubah-ubah jadi salah satu bukti ‘gawatnya’ kredibilitas KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Bahkan akun @nataliuspigai sempat melaporkan adanya indikasi kecurangan yang terpapang jelas di website KPU.

“Di tps yang sama, kelurahan dn kecamatan kabupaten. Data tps asli prabowo menang. Di KPU prabowo hanya dpt 5 suara. Bukti udah diliat di website kpu langsung itu. Coba lihat. Ini bukti kecurangan. Jadi apapun ceritanya bukti ini sdh cukup meyakinkan saya bahwa memang ada manipulasi,” tulis akun tersebut.

Bahkan ada seorang netizen membeberkan fakta kejanggalan yang ada di website KPU yang videonya pun tengah viral saat ini.

Dari video yang merupakan bukti otentik, dapat disimpulkan, Pie Chart Pro Jokowi bukan kerjaan Hacker, memang Internal KPU yang tidak punya Integritas. Terindikasi bermain.

Data yang dimasukkan hanya TPS (tertentu saja pada tiap dusun, desa dll) yang memenangkan Jokowi. Diarahkan supaya nanti hasilnya mendekati hasil (rekayasa) quick count. Quick count yang ada sekarang bukanlah masalah akurasi dan margin error, namun masalah jujur tidaknya lembaga-lembaga tersebut.

Di sini tampak ada sinergi untuk menciptakan framing dan penggiringan opini bahwa hasil mereka sama.

Sedemikian banyaknya bukti jika ada dugaan KPU turut bermain mata pun akhirnya melambungkan Tagar #KpuJanganCurang di sosial media. Deretan dugaan kecurangan dapat anda ‘track’ di tagar tersebut di media sosial twitter.

Berikut ini salah satu bukti yang diposting netizen terkait dugaan kecurangan dan keganjilan yang terdapat di website resmi KPU.

Sejumlah netizen juga berpesan agar masyarakat yang menginginkan Pemilu 2019 Jujur dan Adil untuk sama-sama mengawal proses perhitungan suara. Gunakan akal.sehat..Pantau terus situs KPU. Cocokkan data C1 kita dengan inputan mereka.

Viralkan sebagai amal shalih kita sebagai penyadaran masyarakat untuk memahami dan menyebarkan yang haq. (*)