Spread the love

BataraNews.com – Belum selesai penghitungan suara secara nasional Pemilu 2019, namun banyak pengamat menilai penyelenggaraan Pemilu kali ini sangat buruk.

Banyak kejadian yang semestinya tidak terjadi namun faktanya terjadi pada penyelenggaraan Pemilu kali ini yang menyerap anggaran hampir 25 Triliun ini.

Dengan anggaran yang besar ini tentunya masalah-masalah dasar seperti pendistribusian perlengkapan dan logistik terkait penyelenggaraan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat dihindarkan.

Namun tidak demikian Pemilu 2019 kali ini. Berikut ini salah satu kasus dari banyak kasus terkait kacaunya penyelanggaraan Pemilu 2019 kali ini.

Dikabarkan, sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Karang Asih Kec. Cikarang Utara kab. Bekasi harus bersitegang dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat lantaran tidak lengkapnya pendistribusian perlengkapan dan logistik ke 120 TPS Desa Karang Asih.

Para petugas KPPS tersebut mendatangi PPS untuk meminta pertanggung-jawaban PPS setempat terhadap kekurangan logistik di TPS seperti C1, plano, dan lain-lain.

Salah satu KPPS bahkan mencurigai PPS telah disuap untuk sengaja tidak mendistribusikan perlengkapan TPS.”Jangan hanya 500 ribu rupiah kerjanya main-main” teriak salah satu petugas KPPS.

“Dicek semua kelengkapan dulu baru dibagi-bagi ke seluruh TPS, jangan asal bagi-bagi saja tapi C1 tidak ada, Plano dan lain-lain tidak ada ,” lanjutnya lagi.

Petugas KPPS tersebut pun mengungkapkan bahwa dirinya sudah 7 kali jadi KPSS namun baru kali ini sampai nangis di TPS karena masalah ini.

“Sudah 7 kali jadi KPPS, baru kali ini nangis di TPS ,” ujar petugas KPSS tersebut.

Kabar ini juga dapat anda lihat dan tonton videonya di laman sosmed di bawah ini.