Quick Count di TV dan Data TPS Berbeda, Dugaan kecurangan pun Viral di Layanan Perpesanan

Spread the love

BataraNews.com – Ada yang berbeda dengan Pemilu 2019 kali ini, usai diadakan pencobolosan secara serentak di TPS seluruh Indonesia, ternyata data-data disebagian TPS yang sudah masuk ke redaksi berbeda dengan data Quick Count yang dipublish di media-media TV maupun media mainstream.

Data-data dari berbagai TPS yang masuk ke redaksi menunjukkan pasangan Prabowo – Sandi hampir menang di seluruh data data dari TPS yang masuk ke redaksi, sehingga hampir bisa dipastikan seharusnya pasangan Prabowo – Sandi unggul sementara saat ini.

Namun bila dicek di hampir Quick Count di media TV, untuk sementara pasangan Jokowi – Ma’ruf lebih unggul dibandingkan Prabowo – Sandi.

Banyak netizen bersuara senada dengan redaksi yaitu hasil Quick Count saat ini mencurigakan dan perlu diawasi.

Dugaan skenario buruk pun telah beredar dilayanan aplikasi perpesanan dengan cukup viral. Berikut pesan yang telah cukup viral tersebut.

Mohon diwaspadai akan dijadikannya hasil quick count sebagai dasar legitimasi penentuan pemenang pilpres. Waspadai skenario sebagai berikut :

  1. Lembaga-lembaga survey dan media akan terus menyiarkan hasil survey mereka dengan kemenangan pada 01.
  2. Legitimasi hasil survey akan diperkuat oleh pendapat dari para ahli yg telah diseting utk mendukung akurasi hasil survey yang memenangkan 01.
  3. Pemberitaan terus menerus hasil survey yang didukung pendapat para pakar akan membentuk opini masyarakat bahwa 01 sebagai pemenang sebelum real count diumumkan KPU.
  4. Hasil survey ini juga diharapkan akan memicu kemarahan pendukung 02, sehingga terjadi kerusuhan.
  5. Kerusuhan akan membuat fokus masyarakat teralihkan kepada kerusuhan bukan lagi kepada hasil pilpres.
  6. Dengan perhatian masyarakat yang teralihkan ke kerusuhan, maka para penyusup di KPU akan lebih tenang dalam menyusun hasil real count yang tentunya akan disesuaikan dengan hasil quick count dari lembaga-lembaga survey yang memenangkan 01.