Spread the love

BataraNews.com – Dipenjara karena kasus yang menimpa dirinya karena dianggap melanggar UU ITE, Buni Yani masih tetap kritis dengan kondisi yang menimpa negara ini.

Dari Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, tempat Buni Yani dipenjara, Buni mengkritisi dugaan kecurangan yang akan terjadi di LP tersebut terkait Pilpres 2019 ini.

Hingga H-2 Hari pencoblosan PEMILU 2019 nanti, Buni Yani dan sekitar 700 penghuni LP Gunung Sindur lainnya terancam Golput karena belum mendapat kepastian dari penyelenggara Pemilu setempat.

Informasi ini didapatkan dari surat yang dituliskan Buni Yani pada tanggal 15/4/2019 dan saat ini tengah viral di aplikasi perpesanan dan media sosial.

Berikut ini isi tulisan Buni Yani terkait informasi diatas.

Sampai H-2 Pemilu saya dan sebagian besar tahanan tidak jelas apakah bisa ikut menyoblos atau tidak. Padahal saya sudah 2,5 bulan ditahanan. Pertanyaanya, sebegitu buruknyakah koordinasi antara KPU dan Instansi terkait menyangkut hak pilih warga negara yang dijamin konstitusi ini ?

Dari sekitar 1100 tahanan, hanya sekitar 400 yang bisa nyoblos. Ini data yang saya dapat dari info petugas. Ini jelas menyedihkan.

Masih ada waktu, petugas harus kerja keras menjamin hak konstitusional warga negara.

TTD,

Buni Yani.