Spread the love

BataraNews.com – Gerakan sholat subuh berjamaah dan putihkan TPS yang digagas Forum Umat Islam dan ormas Islam serta digemakan kembali oleh pendukung 02 dinilai oleh TKN Jokowi – Amin sebagai sesuatu yang berlebihan dan berbahaya.

“Kalau ada pernyataan atau gerakan yang menyudutkan penyelenggara pemilu di tingkat TPS, seolah-olah di situ berpotensi terjadi pelanggaran serius. Ini harus jadi perhatian kita semua,” ujar Wakil Ketua Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Juri Ardiantoro, saat jumpa media di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (14/4),seperti dilansir cnnindonesia.

Juri menilai, gerakan SAI Putihkan TPS terlalu berlebihan dan bisa menimbulkan bahaya bagi penyelenggara pemilu. 

TKN meminta semua pihak untuk percaya dengan penyelenggara pemilu. Namun, lanjut Juri, penyelenggara pemilu juga perlu mengatur dan mengelola pemungutan suara dengan baik agar pemilih yang datang merasa aman dan nyaman.

Menurut Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththath , Gerakan Shalat Subuh Berjamaah atau Subuh Akbar Indonesia adalah upaya meminta dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan pemimpin yang diridhoiNya serta mampu menjadi pemimpin yang amanah, adil dan dapat mensejahterahkan rakyatnya.

Selain itu, ia juga mengajak para pendukung Prabowo-Sandi agar menjadi relawan untuk menjaga di setiap TPS pada hari pencoblosan nanti. Sejak subuh berjamaah hingga ke TPS, umat juga diimbau mengenakan pakaian putih-putih dan mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkan di media sosial. (*)