Spread the love

BataraNews.com – Ustadz Abdul Somad (UAS) dipenghujung masa kampanye Pilpres 2019 akhirnya berkesempatan bertemu secara langsung serta melakukan dialog dengan Paslon Capres 2019, Prabowo Subianto.

Dalam Dialog yang videonya sudah viral ini, UAS memberikan dukungan penuh terhadap pencapresan Prabowo untuk menjadi the ‘Next President’ Indonesia.

Dalam dialog tersebut, UAS pun menceritakan bagaimana dirinya juga terbawa dalam suasana perenungan setiap harinya, siapa pemimpin yang sebaiknya ia dukung.

Tidak hanya proses perenungan saja yang UAS jalani, dirinya juga kerap berkonsultasi kepada para orang-orang shaleh yang tidak banyak terkenal namun memiliki ‘basyirah’ (penglihatan mata batin) yang tinggi. Dari konsultasi dengan orang-orang Shaleh inilah akhirnya beliau mantap mendukung Prabowo.

Namun bukanlah ulama namanya jika dirinya tidak senantiasa mengingatkan dan menasehati orang-orang dalam berbagai kesempatan, Apalagi yang diajak berdialog ini seorang calon Presiden yang diamanahi untuk mengelola negara dan mensejahterahkan rakyat.

Ditengah acara tersebut, UAS pun memberikan 2 hadiah sederhana namun sangat dalam maknanya. Dua hadiah yang diberikan UAS kepada Prabowo bukan sembarangan hadiah.

Kedua hadiah tersebut sarat dengan pengajaran dan ‘tadzkiroh’ untuk Prabowo jika nanti Prabowo mengemban amanah baru sebagai Presiden RI 2019 – 2024.

Hadiah yang pertama berupa minyak wangi. UAS menjelaskan secara sepintas bahwa sebagai Pemimpin baru, Prabowo harus membawa keharuman (kebaikan) dalam memimpin.

UAS secara tidak langsung ingin mengingatkan Prabowo seperti apa sejatinya seorang Muslim apalagi yang menjadi ‘Umaro atau pemimpin umat.

Hal ini sejalan dengan pesan moral dari Rasulullah Saw yang penting untuk direnungkan oleh mereka yang mendapat amanah sebagai pemimpin dan bagi mereka yang ingin jadi pemimpin. 

Pertama, kepemimpinan pada dasarnya merupakan amanah. Kepada sahabat Abu Dzarrin, Rasulullah Saw menyampaikan pesan: “Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah suatu amanah, dan di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan kecuali mereka yang mengambilnya dengan cara yang baik serta dapat memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin dengan baik” (HR Muslim). 

Kedua, amanah ini harus diserahkan kepada ahlinya, atau kepada orang-orang yang layak untuk diangkat sebagai pemimpin. Kepemimpinan bukanlah barang dagangan yang dapat diperjualbelikan. Karena itu, pada prosesnya, seorang calon pemimpin tidak dibeli oleh mereka yang menghendakinya, ataupun membeli dukungan dengan mengharap kemenangan. Rasulullah SAW bersabda: “Tunggu saat kehancurannya, apabila amanat itu disia-siakan. Para sahabat serentak bertanya, ‘Ya Rasulullah apa yang dimaksud menyia-nyiakan amanah itu?’ Nabi Saw bersabda: Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah tanggal kehancurannya.” (HR Bukhari). 

Ketiga, adanya hubungan cinta kasih antara pemimpin dan yang dipimpin. Hubungan cinta kasih yang hakiki. Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baiknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun mencintaimu; kamu menghormati mereka dan merekapun menghormati kamu. Pun sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepada kamu. Kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknatmu.” (HR Muslim). 

Hadiah yang kedua yang selanjutnya diberikan UAS kepada Prabowo adalah sebuah tasbih kesayangannya yang sering dibawa kemana-mana. UAS menginginkan jika Prabowo kelak menjadi Presiden jangan melupakan siapa dirinya.

Untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin perlu selalu me-maintenance diri dengan cara selalu berhubungan dan dekat kepada Allah SWT kapanpun dan dimanapun agar pertolongan Allah selalu hadir dalam menjalankan tugas kepemimpinannya.

UAS juga mencontohkan bagaimana dzikir yang ringan namun paling utama yaitu dengan mengucapkan ‘Laa Ilaha illallah‘.

”Barangsiapa mengucapkan ’laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

Dipenghujung dialog, UAS pun tak lupa mendoakan Prabowo khususnya dan umat Islam serta masyarakat Indonesia pada umumnya agar selalu diberikan kebaikan dan karunia oleh Allah SWT.(*)