Puluhan Pejabat PUPR Kembalikan Dana Korupsi, Netizen : Aura Kemenangan 02 Bikin Kecut Koruptor

Spread the love

BataraNews.com – Aroma kemenangan Paslon Capres 02 Prabowo – Sandi kian menguat. Berbagai survey terakhir mengindikasikan pertarungan Pilpres antara Jokowi – Amin dan Prabowo – Sandi akan dimenangkan oleh Prabowo – Sandi.

Pada saatnya tiba, ketika Prabowo – Sandi didaulat menjadi Presiden dan Wakil Presiden yang baru, maka sejumlah program akan dijalankan termasuk pemberantasan korupsi ditingkat pejabat.

Isu soal kebocoran anggaran yang diangkat paslon Prabowo – Sandi jelas akan membuat sebagian pejabat yang selama ini melakukan praktek korupsi ‘kebakaran jenggot’.

itu pula alasan para netizen dan masyarakat menilai bahwa pengembalian uang yang dilakukan para pejabat kementrian PUPR dengan sukarela ke KPK dilatar-belakangi oleh ketakutannya terhadap tindakan tegas Presiden baru yang menurut survey terbaru Indometrik akan dimenangkan oleh pasangan Prabowo – Sandi.

Seperti diberitakan diberbagai media tanah air, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hingga akhir Maret, pihaknya telah menyita uang dari 75 orang. Diantaranya 69 orang mengembalikan uang atas inisiatif sendiri. Uang yang diamankan tidak hanya dalam bentuk rupiah, tapi juga berupa 13 mata uang asing. ”Uang yang disita tersebut diduga diterima oleh para pejabat Kementerian PUPR,” kata Febri, kemarin (6/4), seperti dilansir laman babe.

Dugaan bagi-bagi uang dalam setiap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kian menguat. Itu setelah makin banyaknya oknum pejabat di Kementerian PUPR yang mengembalikan uang yang berkaitan dengan indikasi penerimaan fee proyek ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hingga akhir Maret, pihaknya telah menyita uang dari 75 orang. Diantaranya 69 orang mengembalikan uang atas inisiatif sendiri. Uang yang diamankan tidak hanya dalam bentuk rupiah, tapi juga berupa 13 mata uang asing. ”Uang yang disita tersebut diduga diterima oleh para pejabat Kementerian PUPR,” kata Febri, kemarin (6/4).

Bila ditotal, pengembalian uang dari pejabat di Kementerian PUPR, baik rupiah maupun mata uang asing, itu senilai Rp 45,709 miliar. Menurut Febri, bagi-bagi uang itu memang terjadi secara masal dan melibatkan puluhan pejabat di Kementerian PUPR. ”Dan diduga terkait dengan proyek sistem penyediaan air minum,” ungkap Febri.

Febri melanjutkan, nama-nama pejabat yang menerima suap nantinya akan diungkap dalam persidangan. Sehingga, dia meminta masyarakat untuk mengawal persidangan. ”Dalam waktu tidak terlalu lama (kasus proyek SPAM, Red) dibawa ke persidangan. Kita lihat saja yang mengembalikan uang dan kemudian persisnya dan konteksnya apa pengembalian tersebut itu akan kita simak di persidangan.”

Para pejabat itu diduga menerima suap dari Direktur Utama (Dirut) PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto dan istrinya (Direktur Keuangan PT WKE Lily Sundarsih serta anak dari Budi-Lily, Irene Irma yang menjabat sebagai Dirut PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP). Saat ini, mereka tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan dakwaan terpisah. (*)