Spread the love

BataraNews.com – Dalam Acara ILC Selasa malam, (10/4/2019), yang bertajuk El Clasico Jokowi VS Prabowo, Ustadz Haikal Hassan menyentil kubu Jokowi dan pengamat yang mengatakan bahwa Jokowi tidak pernah berbicara menyakiti umat Islam.

Ust. Haikal Hassan memang tidak menyangkal pernyataan tersebut, namun Ust. Haikal berpendapat bahwa meskipun begitu namun faktanya, sikap Jokowi yang tidak peduli kepada umat Islam terutama kepada ulama-ulama yang mengalami kriminalisasi karena perbedaan dan kritikannya kepada Jokowi itu lebih menyakiti umat Islam.

Di era Jokowi banyak Ulama, ustadz dan aktivitis harus berurusan dengan hukum untuk kesalahan yang sebenarnya tidak ada dan terkesan dicari-cari.

Sebut saja Imam besar Habib Rizieq Shihab dan keluarganya yang harus ‘terusir’ karena tekanan-tekanan yang dahsyat yang diduga dilakukan untuk membungkam beliau.

Setelah itu, sederet ulama besar tanah air , Ustadz dan aktivis harus bergantian diuji selama era Jokowi ini.

Ulama-ulama yang dikriminalisasi inilah yang sebenarnya menjadi martir bagi kebulatan tekad sebagian besar umat Islam dan rakyat Indonesia untuk bersama-sama sepakat memperbaiki negara ini dari ketidak-adilan dan kesengsaraan.

Maka jika hari ini kita lihat elektabilitas Jokowi mulai ‘terjun bebas’ dalam Pilpres 2019 ini, itu karena lebih kepada buah dari sikapnya yang selama ini tidak berpihak kepada rakyat dan umat Islam.

“Rakyat Indonesia perlu perubahan, perlu pemimpin yang jujur dan berpihak kepada rakyat dan bukan kepada segilitir orang saja,” Kata Prabowo dalam setiap kampanyenya.

Tentang klaim Ust.Yusuf Mansur (UYM) yang ditulisnya dalam akun sosmed miliknya bahwa Islam itu wangi di era Jokowi perlu kiranya melihat kembali fakta sejarah dan hati nuraninya seperti yang ust.Haikal serukan.

Bila saja Jokowi bisa bersikap tidak menyakiti Umat Islam mungkin saja para calon pemilih dari perkotaan maupun pedesaan tidak akan berpindah ke lain hati. (*)