Spread the love

BataraNews.com – Saut Edward Rajagukguk, kuasa hukum tersangka kasus suap, Bowo Sidik Pangarso, membenarkan pernyataan kliennya yang mengatakan bahwa ada nama Nusron Wahid yang terlibat dalam kasus kliennya tersebut.

Nusron Wahid disebut kliennya tersebut sebagai otak persiapan ‘serangan fajar’ dengan menyediakan 1 juta amplop dengan pembagian amplop kliennya mendapat jatah menyiapkan 400 ribu amplop dan 600 ribu amplop disiapkan Nusron Wahid.

Saut menjelaskan amplop itu rencananya disebarkan di daerah pemilihan Bowo, yaitu di Dapil Jawa Tengah II. Tujuan pembagian amplop supaya Bowo kembali terpilih ke parlemen.

“Memang amplopnya mau dibagi ke Jawa Tengah atas perintah pimpinan dia Pak Nusron Wahid. Pimpinan di pemenangan pemilu. Bappilu Jateng Kalimantan. Ini langsung disampaikan Bowo ke penyidik,” ujarnya.

“Supaya banyak yang memilih mereka berdua. Karena di dapil yang sama,” kata Saut, menambahkan seperti dilansir laman republika.

Sementara itu. ketika dikonfirmasi awak media, Nusron Wahid menyangkal tuduhan Bowo terkait perintah penyiapan ratusan ribu amplop yang akan digunakan untuk ‘serangan fajar’.

“Tidak benar,” kata Nusron kepada wartawan melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (9/4). Ketika ditanya apakah pengakuan Bowo tersebut bohong, Nusron enggan menjawab lebih jauh, semua pertanyaan wartawan.(*)