BataraNews.com – Penetrasi pembusukan terhadap Prabowo Subianto di tubuh institusi Kepolisian, menurut Natalius Pigau seperti dilansir RMOL, dapat diduga berasal dari beberapa penjuru: Pertama, Tim Sukses Joko Widodo; kedua, orang-orang yang melingkari kekuasaan, kaum ambisius dan machiavelian; ketiga, satu atau dua orang petinggi polisi yang sengaja untuk menarik perhatian petahana demi jabatan dan karier; keempat, bisa juga berasal dari senior polisi purnawiran perwira tinggi yang mendukung Joko Widodo.

Skenario pembususkan terhadap Prabowo Subianto menciptakan efek ketakutan (terrible effect) pada bawahan khususnya perwira menegah yang masih panjang meniti karier dan anggota kepolisian pada umumnya. Dan bisa dimaklumi bila anggota polisi tersandera dengan opini sesat tersebut di atas karena Tim Sukses Jokowi tidak pernah mampu menterjemahkan gagasan dan ide besar Prabowo Subianto tentang penguatan institusi penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

Namun, Prabowo sebagai negarawan sejati, dalam setiap debat justru tidak menggunakan kata-kata kebencian terhadap lembaga kepolisian.

Prabowo Subianto sangat paham tentang Kepolisian sudah selayaknya diapresiasi. Aparat kepolisian bertugas untuk mewujudkan salah satu inti kepentingan nasional (core of national interest) dengan memastikan kebutuhan warga negara terpenting  yaitu: hak atas rasa aman dan hak untuk mendapat keadilan dihadapan hukum. 

Menurut Fahri Hamzah, Jika Prabowo jadi Presiden tahun ini, justru Prabowo akan membesarkan Polisi dan memberi mereka gaji yang layak sehingga kepolisian tidak tersandera kepentingan ketika menangani semua kasus hukum yang ada.

Berikut cuitan Fahri yang ia share di laman twitter.