Spread the love

BataraNews.Com. Cikal bakal pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) lahir dari thesis karya anak bangsa. Zulfiar Sani yang terdaftar sebagai mahasiswa Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia (1993), berhasil mengukir sejarah sejak 25 tahun yang lalu. Pada tahun 1993, Zulfiar telah menyusun karya besar yang diberi judul “Perencanaan Pembangunan Sistem Angkutan Massal (Mass Rapid Transit) Subway di Jakarta”

Dalam thesis nya, Zulfiar juga memaparkan tentang rumusan biaya tiket MRT per penumpang. Ronnie H. Rusli sebagai Dosen Pembimbing saat itu, menunjukkan bukti salah satu halaman pada thesis Zulfiar yang berisi tentang perhitungan biaya per penumpang. “Ini perhitungan dengan formulasi yang kompleks. Rumus perhitungan ini dibuat mahasiswa MM-UI,” tegas Ronnie.

Menurut Ronnie, ini rumus yang sebelumnya tidak pernah ada di Indonesia. Alasannya karena pemerintah sendiri belum memahami apa itu MRT. Buktinya hingga saat ini, pemerintah belum secara resmi mengumumkan berapa tiket MRT yang berlaku nanti. “Rumus ini dibuat oleh mahasiswa bimbingan saya. Saat itu saya koreksi semua karya tulisnya sehingga menjadi Thesis S-2. Hal yang paling sulit adalah menciptakan Rumus dan itu dibuat 25 tahun yang lalu ketika Desktop komputer masih 286 tdk mampu,” tambah Ronnie dalam penjelasannya melalui akun twitter nya @Ronnie_Rusli

Ronnie H. Rusli menjelaskan bahwa kesalahan menentukan harga tiket MRT per penumpang dapat membuat bangkrut negara untuk bayar utangnya. Namun, memutuskan harga tiket MRT yang tinggi hanya akan menjadikan MRT sebagai obyek turisme yang hanya dipakai sesekali jika ada turis yang datang ke Indonesia, dan akhirnya MRT mangkrak. “Rumus tiket itu penting!” tegas Ronnie dalam akun twitter nya.

Team Redaksi BataraNews belum mengkonfirmasi ke pihak pemerintah apakah thesis Zulfiar Sani menjadi acuan pokok dalam penentuan tarif tiket MRT. Semoga ini menjadi perhatian kita semua. (KS)

Sumber: Akun twitter @Ronnie_Rusli