Spread the love

BataraNews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia, disingkat Kemenag RI. Dulu namanya dikenal dengan Departemen Agama disingkat Depag.

Adalah Gusdur yang pernah menyebut bahwa Depag itu kependekan dari Departemen Perdagangan Agama. Mungkin yang mendorong Gusdur bilang seperti itu karena mengetahui besarnya Korupsi di sana, sehingga dia menyempret seperti itu. Duh, biarlah menjadi urusannya. Yang pasti kini, Kemenag tengah disorot oleh KPK dan publik dengan kasus jual beli jabatan di Kemenag yang melibatkan juga Ketua PPP pak Rommy, Kanwil Kemenag Jatim dan Kemenag Jember. Seolah, apa yang terjadi saat ini memperkuat sinyalemen Gusdur.

Bila terbukti, memang ada jual beli jabatan di Kemenag dan terjadi dalam skala luas, maka dana suap-menyuap di Kemenag akan sabagian besar, bisa jadi mencapai ratusan milyar bahkan 1 Triliyun.

Dari jumlah rupiah yang disita dari kasus jual beli jabatan di kemenag ini tetlihat harga jabatan Kepala Kanwil dipatok Rp 250 juta dan untuk Kamenag Kabupaten/kota dipatok Rp 50 juta.

Jika jumlah Kanwil 37 Kanwil maka jumlah uangnya yang terkumpul Rp 9,25 Milyar. Dan jika kota dan Kabupaten jumlahnya seribu kanwil, maka jumlahnya Rp 50 milyar. Bila diteruskan dengan jabata kepala KUA, misalnya per orang Rp 20 juta dikali 10 ribu KUA maka nilainya mencapai 100 milyar. Kepala Sekolah di lingkungan kemenag jika jumlahnya 10 ribu pula dan bayarannya Rp 20 juta juga, maka nilai jualnya juga sekitarnya Rp 100 milyar. Belum.lagi jabatan Rektor dan seterusnya.

Apakah benar seperti itu? Saya kira jawabnya bisa iya dan bisa tidak. Pengadilan yang bisa membuktikannya di depan hukum. Namun, secara moral tentu semua pejabat Kemenag pastilah mengetahuinya secara persis. Apa mereka termasuk orang yang pernah terlibat dalam jual beli jabatan di Departemen yang berlambang ikhlas beramal, maka Allah dan mereka sendirilah yang mengetahui. Bila saja korupsi hendak dikikis dari Kemenag tentulah semuanya mesti bunyi.

Dari perjalanan menguak korupsi di kemenag selama ini sejak Reformasi sudah dua menteri agama yang masuk penjara, yakni Sayyid Aqil almunawwar dan Surya Darma Ali. Apakah Lukmanul Hakim akan menyusul? Wallahu a’lam bishawab. (Ibnu Aqil D. Ghani)