Spread the love

BataraNews.com – Dalam acara Mata Najwa yang disiarkan di salah satu TV Swasta Tanah Air yang bertajuk Pemilu Dikepung Isu, Karopenmas di Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, aplikasi Sambhar itu hoaks yang tidak perlu dipercaya.

“Saat ini membuat aplikasi itu mudah. Soal IP addressnya itu dalam negeri, tapi bisa saja operatornya di luar negeri. Kami sedang menyelidiki, orang-orang yang menyebarkan ini secara mendalam,” kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, Dedi menyatakan Server Polri telah di ‘hack’ oleh kelompok tersebut.

Soal adanya akun yang menyebarkan hoaks tentang Sambhar, ahli komputer dari Perbanas, Marsudi Wahyu menemukan IP address yang asli itu dari sebuah lokasi di Filipina, milik salah satu media online di Indonesia.

Ketika Dedi ditanya ulang oleh Najwa Shihab terkait Media Online mana yang dimaksud, Dedi enggan menyebutnya.

Terkait pengakuan-pengakuan Polri tersebut, sebagian besar Netizen malah lebih pilih mempercayai akun Opposite6890 yang pertama kali membeberkan dugaan Polisi sebagai Buzzer pemerintah (Baca : NETIZEN UNGKAP DUGAAN KETERLIBATAN POLRI SEBAGAI BUZZER PENGUASA).

Berikut beberapa komentar Netizen terkait pengakuan Polri diatas.

niamichiko

Ciri2 orang yang lagi bohong… Mata ngga fokus ke penanya, jawaban mulai terbata2, keliatan ngga tenang… Wkwkwk… Hati nurani tetep aja ngga bisa bohong… Orang jahat tetep akan dihantui rasa bersalah sampe mati paak… 😒😒😒

ozizoiii

Dia bikin sendiri, dia bermain sendiri dan kejebak sendiri . Itulah permainan yg terjadi di negara kita . Menyedihkan

bang.anjar

Kok gue gak percaya ya sama pernyataan polri 😒