Spread the love

BataraNews.com – Pak Jokowi, kan survey dari lebih 7 lembaga survey ternama sudah memenangkan anda. Kata mereka, suara anda sudah diatas 55 persen. Artinya, anda pasti menang dong di Pilpres nanti. Sudah diatas angin. Prabowo tidak mungkin menyusul. Suara Prabowo, kata tukang survey yang TKN sewa, cuma 35 persen. Jauh tertinggal 20 persen. Pokoknya Prabowo lewat deh.

Berdasar data itu, anda harusnya lebih percaya diri. Kepala harus lebih tegak. Senyum harus lebih mengambang. Sikap berdiri harus lebih sempurna. Gaya dan cara memperlakukan lawan di lapangan harus lebih santun dan lembut. Tidak usah reaksioner dan nampak gusar. Anda, struktur Timses anda dan relawan anda harus lebih menunjukkan sikap dewasa dalam kontestasi ini.

Sebagai Presiden, anda bisa tegur Kepolisian yang melarang Konser Tribute to Ahmad Dhani di Surabaya pada tanggal 10 Maret kemarin. Masa cuma konser kok sampai dilarang. Izin jangan dipersulit. Sebagai Presiden, anda juga bisa larang rakyat yang juga relawan anda menghadang Rocky Gerung di Jember pada 8 Maret kemarin. Jangan dibiarkan. Jangan ditambah bully massal perihal Rocky dan Didu naik ambulans, gara-gara penghadangan yang jauh dari adab itu.

Sebagai Calon Presiden alias peserta Pilpres, anda juga bisa larang relawan anda menghadang anggota Tim Pemenangan Prabowo-Sandi (BPN) seperti Neno Warisman yang datang ke Lombok 7 Maret kemarin. Anda juga bisa larang pendukung anda yang memperlakukan Calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Uno di Desa Tuwed Kabupaten Jembrana, pada Selasa 12 Maret kemarin. Gara-gara dikerjain relawan anda di lapangan, sampai-sampai bang Sandi kesulitan parkir saat menuju tempat acara.

Masih sebagai Capres, anda juga bisa larang pendukung anda menyebarkan hoaks massif perihal Prabowo yang katanya memukul pengawal saat kampanye di Cianjur. Padahal kejadian sebenarnya, pengawal itu menghalangi emak-emak dan rakyat yang hanya sekadar mau salaman dengan Prabowo. Juga yang sekarang lagi ramai; hentikan relawan anda menyebarkan isu Prabowo sebagai pelanggar HAM, karena kasus itu sudah lama selesai dan itu cuma isu yang direproduksi setiap Pilpres.

Terimalah Prabowo sebagai satu-satunya lawan anda di Pilpres ini. Biasakanlah menerima dengan lapang dada. Jangan biarkan diri anda menyerang orang lain secara pribadi. Berkompetisilah secara jujur. Tegurlah, kalau ada aparat negara tidak netral. Jangan bikin isu-isu negatif yang di masa lalu sudah dianggap selesai. Sebagaimana dulu ketua anda Mba Mega menerima Prabowo sebagai Cawapresnya pada 2009. Artinya semua sudah pupus. Lagian, Prabowo itu batu karang pak. Diterpa isu seperti itu tiap 5 tahun, dia ketawa saja.

Justru, dengan seluruh apa yang dilakukan anda dan tim anda di hari-hari terakhir ini, mayoritas rakyat yang melek informasi jadi berpikir, jangan-jangan anda dan TKN sedang terkena serangan panik (panic attack). Semacam serangan psikologis dengan munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan secara tiba-tiba. Kondisi yang juga disebut sebagai ‘serangan kegelisahan’ ini ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas menjadi pendek, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetar. Kalau terus berulang dan jangka panjang, bisa disebut ‘gangguan panik’.

Nah, pertanyaannya; kenapa seseorang kena gangguan panik? Ahli kesehatan mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan serangan panik. Pertama, stres. Kedua, perubahan suasana secara tiba-tiba. Ketiga, mengalami trauma atau pengalaman yang membuat diri sangat tertekan. Dan keempat, mengkonsumsi kafein, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Ini pertanyaan yang agak usil ya pak. Apa anda dan TKN stres karena ternyata hasil 5 survey dari 7 lembaga yang anda sewa, yang tidak terpublikasi, justru Prabowo sekarang 58% dan anda hanya 38%, dan 2 survey lainnya anda hanya dapat 40% dan Prabowo menyusul tipis dibawahnya?. Apa anda stres karena sebenarnya anda tahu anda bakal kalah lalu menggunakan berbagai cara untuk membalikkan keadaan?

Apa Neno, Didu, Haikal, dan Rocky dihadang di Jember dan Lombok karena anda sudah tahu bahwa rakyat NTB hampir 70 persen bulat ke Prabowo? Apa anda biarkan kepolisian melarang Baladewa dan Arek-Arek Suroboyo mengadakan Konser Tribute to Ahmad Dhani karena sudah tahu bahwa kyai langitan Jawa Timur sudah intruksikan santri dan rakyat dukung Prabowo?. Dan apakah karena anda sudah tahu bahwa 11 pesantren besar di Jatim sudah istikharah dan mereka bulat dukung Prabowo? . Ditambah data valid bahwa ada 28 Kabupaten kota di Jatim yang Prabowo menang telak?

Apa anda panik karena pertahanan anda sekarang hanya tinggal Jawa Tengah dan Banten, dan itupun kini tergerus pelan-pelan. Lalu hoaks massif soal Prabowo yang berlaku kasar kepada pengawal saat kampanye di tatar Sunda disebar seperti membakar jerami kering? Apakah anda terserang gangguan panik karena mendapati diri anda akan mengalami situasi sama sekali jauh berbeda dengan 5 tahun ini; anda kalah dan keluar dari Istana tanpa ada yang menyambut anda sebagai pahlawan?

Saran saya, tabahlah Pak Presiden. Itu satu-satunya yang anda perlukan saat ini. Begitu juga timses anda di TKN; tabahlah. Hadapi dengan senyuman dan lapang dada. ‘Hukuman’ yang diberikan rakyat dengan tidak memilih anda kembali, jangan disikapi dengan sedih. Menyesal boleh, tapi itu harus jadi bahan evaluasi. Siapa tahu setelah Prabowo memimpin Republik ini 2019-2024 anda mau ikut kompetisi lagi. Syaratnya; perbaiki diri. Tingkatkan kapasitas. Jangan pencitraan melulu. Perbaiki niat. Jadilah orang yang benar-benar tulus.

Sekarang, hadapi 17 April dengan sabar. Cepat atau lambat 17 April akan datang dan anda harus siap ketika anda diumumkan kalah. Jangan panik. Dan jangan sampai panik yang sekarang anda alami, anda larikan ke konsumsi obat-obatan terlarang atau minuman beralkohol. Wah, serangan panik anda akan semakin menjadi-jadi, kata ahli kesehatan. (*)