Spread the love

BataraNews.com – Memberi sambutan saat meresmikan Rakornas Investasi di ICE BSD, Banten, Selasa (12/3/2019). Presiden Jokowi mengungkapkan sejumlah kritik terkait neraca perdagangan yang terus defisit.

“Defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan membebani kita berpuluh-puluh tahun tapi tidak diselesaikan, padahal kuncinya kita tahu investasi dan ekspor, kuncinya di situ,” kata Jokowi¬† seperti dilansir detik.

Jokowi pun menambahkan jika kita sudah tahu akar permasalahan dari defisit neraca perdagangan maka harus bisa keluar dari masalah tersebut.

“Tahu kesalahan kita, tahu kekurangan kita, rupiahnya berapa defisit kita tahu, kok nggak kita selesaikan, bodoh banget kita kalau seperti itu,” tegas Jokowi.

Jokowi juga mengungkit keberhasilannya bisa mengangkat Indonesia menjadi negara tujuan Investasi yang dapat memudahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau kita lihat peringkat investasi kita sejak 2017 kemarin sudah masuk dalam negara yang layak investasi atau investment grade. Ini sebuah poin penting, harus dimanfaatkan,” kata Jokowi.

“Dan dari tiga lembaga pemeringkat internasional, standard & poors (S&P), moodys, dan fitch ratings. Ini modal untuk kita,” tutup Jokowi.

Indonesia sebenarnya sejak pemerintahan SBY, sudah menjadi negara layak untuk tujuan investasi. Salah satu contohnya adalah terkait Investasi properti. Menurut data, Indonesia khususnya Jakarta sejak tahun 2013 sudah berada di peringkat satu sebagai tempat investasi properti dunia menggeser Singapura, setelah di tahun 2012 Indonesia masih di urutan 11.

“Berdasarkan laporan berjudul Emerging Trends in Real Estate Asia Pasific 2013 yang dilansir bersama oleh Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC), posisi Jakarta mengalahkan posisi negara lain karena dipicu beberapa faktor khususnya kemampuan bertahan dari krisis,”kata Sekretaris Jenderal Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) Asia Pasifik Regional Secretariat , Rusmin Lawin, di Medan, Senin (7/1). (*)