Spread the love

BataraNews.com – Pilpres 2019 ini dinilai Pilpres yang penuh kejutan dan paling menyedot energi anak bangsa Indonesia. Pilpres 2019 ini juga dinilai sebagai Pilpres paling ‘panas’ dan paling menyita perhatian publik tanah air.

Aksi saling dukung kedua Capres pun tak kalah menariknya dan kerap dipertontonkan. Bila pada Pilpres 2014 lalu Capres Jokowi menjadi Capres yang banyak diharapkan menjadi pemimpin yang mampu berbuat banyak, namun setelah terpilih , 4 tahun lebih perjalanannya jadi Presiden, Jokowi dinilai telah gagal mensejahterahkan rakyat dan banyak dari janji-janjinya tidak dapat direalisasikan.

Bahkan, Jokowi saat ini dinilai tidak berpihak kepada ulama dan umat Islam. Banyak kritikan dari tokoh Islam yang ditujukan ke Jokowi dibungkam dengan pasal karet UU ITE. Banyak pihak menilai, hukum saat ini sedang berpihak pada penguasa.

Ada diksi yang cukup viral dimasyarakat, jika ingin aman mendekatlah ke penguasa dan kebetulan saat ini salah satu Capres 2019 adalah seorang petahana yang berambisi untuk menjadi presiden untuk kedua kalinya.

Maka jadilah diksi tersebut dianggap benar. TGB dan UYM menjadi salah satu contoh pembenaran diksi tersebut. Kedua tokoh ini dinilai banyak pihak telah mendukung salah satu Capres 2019 karena ada ‘kepentingan’.

Tentunya diera digital saat ini, publik lebih pandai untuk menilai para tokoh dengan melihat jejak digitalnya. Jejak digital sukar dihapuskan dan terkadang menjadi ‘senjata makan tuan’ bagi seorang tokoh.

Dengan jejak digital ini pula, publik dapat melihat segala macam gelagat para tokoh yang kemudian dapat disimpulkan berdasarkan gelagat tersebut.

Seperti yang dicontohkan diatas tadi, TGB dan UYM telah menjadi ‘role model’ sebuah keberpihakan dan dukungan politik yang dinilai karena adanya desakan kepentingan terhadap yang didukungnya sekarang.

Kesimpulan Jejak digital telah menganggap mereka adalah ‘pengkhianat’. Arah dukungan telah berbelok dan menjadi kian jelas.

Inilah yang akhirnya membuat Tokoh Alumni 212, Haikal Hassan, gregetan hingga akhirnya mencuit sindiran dalam bentuk untain doa yang dinilai netizen sebagai sindiran yang pedas.

Berikut isi cuitan lengkapnya di laman Twitter, Ya Allah, Bila ada ulama, kyai, politisi, tokoh, yg dibayar oleh pasangan salah satu paslon, lalu dia beralih… maka kami mohon kutuklah, laknatlah, hinakanlah, agar dapat jadi pelajaran bagi kami semua dikemudian hari…

Hingga berita ini diangkat, cuitan tersebut telah mendapat ratusan re-tweet dan komentar. Komentar paling banyak adalah yang meng-Aminkan tweet tersebut.(*)