Spread the love

BataraNews.com – FPI dan segenap Ormas Islam di Jakarta kembali melakukan aksi unjuk rasa pada jumat ini (8/3/2019). Kali ini massa tersebut menggeruduk gedung DPRD DKI Jakarta terkait tuntutan kepada sejumlah fraksi DPRD yang menolak penjualan saham Bir milik Pemda DKI Jakarta.

Dalam orasinya, Imam FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas menyebut satu per satu partai menolak saham bir dilepas dari PT Delta Djakarta.

Muchsin mengingatkan massa yang hadir untuk tidak memilih partai dan calon legislatif dari partai-partai itu.

“Partainya itu PDIP (yang menolak saham bir dilepas). Jadi hati-hati milih caleg. Partai lain itu ada juga NasDem,” kata Muchsin di atas mobil komando di DPRD DKI, Jumat (8/3).

Panglima Brigade Jawara Betawi, Basir Bustomi juga menyarankan agar para calon legislatif dari partai tersebut tidak dipilih. Dia mengatakan partai itu tidak membantu menyebarkan aspirasi masyarakat.

“Ente inget catat jangan lupa jangan dipilih lagi itu partai-partai dan calegnya waktu pemilu. Takbir,” ucap dia.

Dalam aksi hari ini, para ormas meminta agar Gerindra DKI menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD DKI lainnya yang menolak melepaskan saham DKI di PT Delta Djakarta. Mereka menganggap bahwa bir merusak moral masyarakat dan menimbulkan keonaran.

Seperti diketahui, PT Delta Djakarta memegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional. Pemprov DKI sudah menanam saham di perusahaan itu sejak 1970. Saat ini, saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta sebesar 26,25 persen.

Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta yang menyatakan mendukung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melepaskan saham Pemprov DKI di perusahaan penyedia bir, PT Delta Djakarta, adalah Fraksi PAN, PPP, PKS dan Gerindra.

Ditempat terpisah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politisi Gerindra, Muhamad Taufik menilai, rencana penjualan saham PT Delta Djakarta tidak perlu memerlukan argumen lagi karena lebih banyak mudharatnya. 

Menurut dia, tanpa saham itu Pemprov DKI juga tetap memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar.

 “Jadi, sejak awal Gerindra sudah mendukung. Bagaimana tak mendukung, Kami yang usung. Itu kan janji kampanye. Jadi, tak perlu berargumen lagi,” kata Taufik dalam pernyataannya, Jumat(8/3/2019). (*)