Spread the love

BataraNews.com – Netizen ungkap dugaan keterlibatan Polisi yang diduga telah menyiapkan tim Buzzernya untuk kepentingan salah satu pasangan Capres dan Cawapres Pilpres 2019.

Ini merupakan tuduhan serius yang harus segera Polisi klarifikasi mengingat pada Pilpres 2019 kali ini tidak sedikit orang yang mencurigai jika Institusi ini tengah dikendalikan oleh Penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya.

Berikut penelurusan netizen tersebut dalam akun @opposite68905.

Info dari Whistleblower. Polisi telah membentuk Tim Buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisir dari Polres hingga Mabes.

Mereka saling follow di Twitter, Instagram, dan Facebook yang berinduk pada satu Akun Utama @alumnisambhar .

Namun , apakah karena jejak digitalnya telah terendus, akun@opposite68905 melaporkan jika secara tiba tiba akun berubah dari @alumnisambhar berubah menjadi @demodulatoroid

Mereka dididik untuk menjadi Buzzer agar bisa membantu Buzzer Petahana untuk dapat menaikan Tagar Trending dan memposting Hate speech juga berita Hoax. .

Setiap Buzzer wajib Install APK SAMBHAR, agar setiap posting akan terupdate berapa kali mereka posting. .

APK SAMBHAR ini hanya bisa di unduh dari website mereka
http://mysambhar.com/unduh . Namun mereka sudah menghapusnya. Tapi sudah dapat kami tarik dan dapat download disini .

https://we.tl/t-FUqz5b5GCd .

Bayangkan 100 Buzzer dikalikan jumlah Polres yang ada di Jawa atau se-Indonesia.

Lihat Akun dan Followernya @alumnisambhar. PERHATIKAN !!

Setelah Whistleblower mengungkap bahwa Kepolisian adakan Pelatihan Buzzer. Dimana setiap Buzzer harus install APK Sambhar. Hasil Scan Sambhar keluar Destinasi IP 120.29.226.193 Hasil Scan IP 120.29.226.193 ternyata dimiliki Polri. Dapat ditarik kesimpulan. Wasit ikut bermain.