BataraNews.com – Polisi resmi menetapkan tiga emak-emak sebagai tersangka penyebaran kampanye hitam pada Selasa (26/2) .

Mereka ditangkap terkait video yang viral yang diduga berkampanye dengan mengatakan jika Joko Widodo menang, maka perkawinan sejenis akan sah dan azan akan dilarang.

Banyak pihak menyayangkan aksi kepolisian tersebut yang cepat beraksi dengan menjadikan emak-emak ini sebagai tersangka mengingat banyak juga kasus-kasus serupa bahkan lebih parah lagi hingga kini masih aman-aman saja.

“Tidak ada kebakaran kalau tidak ada api”, mungkin inilah perumpamaan untuk menggambarkan situasi diatas.

Sebuah akun IG bernama @artriztik, telah memposting kejanggalan terhadap logo resmi kubu 01 yang dinilai mirip dengan logo acara LGBT yaitu World Pride Day.

Dalam captionnya, akun tersebut menjelaskan apa itu World Pride Day, berikut penjelasannya.

World Pride Day adalah acara yang menselebrasikan budaya dan kebanggaan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Interseks (LGBTI). Acara tersebut juga beberapa kali dijadikan unjuk rasa hak legal seperti perkawinan sesama jenis.

Kebanyakan acara kebanggaan diadakan setiap tahun, dan beberapa diadakan sekitaran Juni untuk memperingati kerusuhan Stonewall tahun 1969 di New York City, Amerika sebuah peristiwa penting dalam gerakan sosial LGBT modern.

Kedua logo diatas memang tidak sama 100% tapi tingkat kemiripan sangat dekat. Sama hal nya saat partai PSI meluncurkan logo mereka yang cenderung memiliki kesamaan dari partai di spanyol.

Jangan sampai budaya plagiat justru di legalkan oleh mereka yang mengaku lembaga paling suci dan kredibel.

Sumber Logo : https://www.freepik.com/free-vector/colorful-lgbt-pride-background_2564070.htm