Spread the love

BataraNews.com – Pada Debat kedua Capres 2019, dalam penutupan debat dia dengan lantang menyatakan “Saya Nasionalis, Saya Patriot”.

Sekilas, pernyataan ini dinilai kubu sebelah sebagai upaya meng-counter serangan Jokowi ke pribadi Prabowo dengan mengatakan Prabowo memiliki ratusan ribu hektar tanah di Aceh.

Namun, belakangan muncul kesaksian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Syahrial. Syahrial menuturkan kisah PT Tusam Hutani Lestari diambil alih Prabowo Subianto pada saat Indonesia dalam kondisi krisis moneter. Ia menyatakan Prabowo adalah pahlawan.

“Justru menurut saya beliau itu pahlawan. Maaf saya tidak ke sana, kemari. Orang lain membawa (uang) ke luar (negeri) dia justru investasi di situ. Membeli aset-aset lokal,” kata Syahrial kepada wartawan saat ditemui usai mengikuti rapat di, Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/2/2019) seperti dilansir detikcom.

Syahrial mengaku tidak mengahui persis Prabowo membeli langsung dengan pihak perusahaan atau lewat BPPN. Status lahan saat itu juga bukan Hak Guna Usaha (HGU) tapi Hak Penguasaan Hutan (HPH).

“Pada saat itu mereka punya tunggakan kepada negara atas pinjaman dana reboisasi. Jadi di saat krisis moniter aset-aset utang itu diperhitungkan semua. Jadi perusahaan kala itu mungkin diambil alih oleh Prabowo,” 

“Statusnya bukan HGU tapi HPH, dikuasai izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan dan tanaman,” jelasnya.

Syahrial mengungkapkan, tidak ada aktivitas perambahan hutan yang terjadi di kawasan perusahaan tersebut.

“Aktivitas di sana saat ini adalah mereka menyadap getah. Pinus yang ditanami dulu sudah besar itu yang mereka ambil hasilnya. Jadi di sana saat ini hanya ada aktivitas penyadapan getah,” ungkap Syahrial.

Sedangkan terkait perizinan, lahan yang dimiliki Prabowo tidak bermasalah.

“Kalau uangnya dari mana saya tidak tahu. Yang jelas, beliau menginvestasikan,” katanya seperti dilansir detikcom.(azk)