Spread the love

BataraNews.com – Seorang Supir Taksi ditemukan gantung diri di rumah kos temannya di Jalan Mampang Prapatan VII, Tegal Parang, Jakarta Selatan. . Korban ditemukan menggantung dekat kamar mandi.

Korban pertama kali ditemukan oleh penyewa kos yang juga merupakan temannya yang baru saja pulang dari pekerjaanya pada pagi hari sekitar pukul 09:00 WIB pada 11 Februari 2019

Sebelumnya, Korban yang merupakan Supir Taksi yang berinisial Z (35) datang ke kost-an temannya yang berinisial N (22) untuk menumpang tidur karena susah tidur di mess tempatnya bekerja.

Ketika Z datang pada malam hari , N tidak melihat gejala aneh yang ditunjukan oleh Z. Karena tidak melihat hal-hal aneh dirinya pun pamit kerja pada malam tersebut sebagai pencuci mobil di perusahaan yang sama dengan Z bekerja.

Pulang kerja sekitar pukul 09:00 Pagi, N mendapati pintu kost-an dalam keadaan terkunci dan berulang kali pintu diketuk dan memanggil Z dari luar tidak ada suara yang menyahut, akhirnya N berinisiatif untuk mendobrak pintu kost-an tersebut dan mendapati Z dalam keadaan gantung diri.

Z dinyatakan meninggal dunia di tempat, petugas yang mengamankan jasad Z menemukan surat yang sepertinya telah disiapkan Z sebelum ia melakukan aksinya.

Dalam surat tersebut yang tertulis di secarik kertas, Z meminta maaf telah banyak menyusahkan orang.

Ia berpesan kepada anaknya agar jangan pernah menjadi pembohong. Z meminta maaf telah membuat hidup mereka susah.

Z juga meminta maaf kepada sang istri karena ia merasa belum bisa membahagiakan sang istri meski sudah bekerja keras.

Pada tulisan selanjutnya, Z meminta agar OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan pihak berwajib untuk menghentikan praktik pinjaman online yang menurutnya telah menjadi “jebakan setan”.

“Wahai para rentenir online, kita bertemu nanti di alam sana,” tulis Z melanjutkan pesannya.

“Jangan pernah ada yang bayar hutang online saya karna hanya saya yang terlibat. Tidak ada orang lain yang terlibat kecuali saya,” tulis Z di akhir surat wasiatnya.

Dari isi surat tersebut, kematian Z ini diduga kuat ada kaitannya dengan masalah hutang-piutang oleh Aplikasi pinjaman Online sehingga membuat dirinya stres karena pinjaman tak kunjung lunas.

Dikabarkan sebelumnya melalui media-media yang ada, Aplikasi pinjaman online yang saat ini cukup banyak kerap dinilai lebih sadis dari lembaga-lembaga pinjaman konvensional seperti Bank dan sejenisnya.

Dengan Bunga yang sangat tinggi dan cara penagihan yang dinilai lebih intimidatif saat pembayaran telat sedikit saja membuat mereka yang pernah terjerat dengan pinjaman online ini kapok.

Dengan Anda baru mendownload aplikasinya saja, data pribadi anda seperti No.HP akan bisa dikloning oleh pemilik aplikasi dan akan dijadikan senjata mereka saat waktunya tiba.(azk)