Spread the love

BataraNews.com – Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Koentjahjo Pamboedi, menyebut, setidaknya ada 15 tol yang pada 2017 lalu mengalami penyesuaian tarif, dijadwalkan kembali merubah tarif pada 2019. Sebagaimana ketentuan, tarif tol ditinjau setiap dua tahun sekali.

“Ini terkait jalan tol lama, yang beroperasi sebelum 2015 dan sudah pernah penyesuaian di 2017. Belum tol yang baru diresmikan setelah 2016, beda lagi,” ujarnya di kantor pusat Jasa Marga, Senin (11/2/2019).

Lantas, berapa jumlah tol lain yang juga akan mengalami kenaikan tarif tahun ini?

“Termasuk yang paling mulai 2017, kan 2019 penyesuaian. Ada puluhan,” bebernya. Namun, dari puluhan tol yang dijadwalkan menaikkan tarif, pemberlakuannya tidak pada seluruh ruas, melainkan secara beragam.

Tanggal 14 Februari 2019 mendatang, hampir dipastikan tarif tol Bandara Soekarno Hatta akan naik lagi. Kenaikan dinilai akan memicu perusahaan-perusahaan logistik dan jasa pengiriman untuk menaikan biaya ongkos kirim (ongkir).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budi Paryanto mengatakan, pihaknya akan menaikkan ongkir minimal 30%.

“Pilihannya hanya satu. Kami terpaksa menaikkan ongkir kami, minimal di kisaran 30% agar menutupi cost component kami (yang naik),” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (11/2/2018).

Sebagai informasi, salah satu komponen biaya pengiriman yaitu tarif kargo udara telah naik enam kali dalam tiga bulan. Tarif kargo ini mempunyai porsi 30-40% dari total komponen biaya. Sedangkan, komponen tarif pengiriman melalui jalur darat termasuk jalan tol memiliki porsi sekitar 20%.

Untuk mencegah kerugian, beberapa perusahaan anggota asosiasi telah menaikkan ongkir sejak awal tahun ini. Namun, Budi mengatakan kenaikan ongkir ini pada akhirnya malah akan merugikan pengguna jasa (user).

“Sudah bisa dipastikan end user atau customer kami yang akan dirugikan, karena tidak bisa jualan karena ongkir lebih mahal dari ongkos produksi. Dan yang lebih celaka, end user kami sebagian besar adalah pelaku bisnis UMKM,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah segera menurunkan tarif kargo udara dan tarif tol Bandara Soetta. (azk)