Spread the love

BataraNews.com – Sebelumnya beredar video seseorang yang dalam kondisi sakit parah di dalam sebuah mobil yang tengah melaju. Video tersebut tersebut bersumber dari akun Twitter GNPF Sumut.

Sebelumnya tidak ada penjelasan secara detil terkait video tersebut hingga akhirnya klarifikasi resmi dikirim ke redaksi BataraNews oleh salah satu tim hukumnya bernama Ade Lesmana.

Orang yang diduga sedang sakit parah dalam video tersebut berdasarkan kronologis yang diterima redaksi, adalah H. Irfan Hamidi yang merupakan Ketua DPP KAUMI SUMUT dan anggota GNPF SUMUT.

Kronologisnya adalah sebagai berikut. H. Irfan Hamidi sebelumnya ditelpon oleh pihak Poldasu (Polisi Daerah Sumatera Utara) untuk hadir dan membicarakan penyelesaian persoalan yang menimpa beliau dimana beliau di duga dan dilaporkan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 yat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik.

Kemudian H. Irfan Hamidi datang ke Poldasu dan pada saat itu diarahkan untuk diperiksa dalam keadaan sakit dan oleh tim hukum keberatan tersebut sudah disampaikan kepada penyidik poldasu dengan menyampaikan surat keterangan sakit dari doter RS. Columbia dimana H. Irfan Hamidi dirawat dan berobat, akan tetapi pemeriksaan tetap dilakukan oleh penyidik.

Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 15.00 pada hari jumat tanggal 8 februari 2019, sampai akirnya selesai pukul 19.00 dimana pada saat itu kondisi H. Irfan Hamidi sudah mulai lemas.

Selesai pemeriksaan, seharusnya pihak penyidik membolehkan H.Irfan hamidi untuk pulang dan beristrirahat dirumah mengingat kondisi beliau yang sudah mulai drop, akan tetapi dengan alasan pimpinan tidak ada dan menunggu izin pimpinan beliau tidak diperkenankan untuk pulang.

Kemudian tim hukum dan keluarga berupaya menjelaskan bahwasannya H. Irfan Hamidi saat ini berada dalam kondisi yang kurang baik dan mulai drop, namun kembali penyidik menyatakan bahwasannya pimpinan dan dokter dari RS. Bhayangkara sedang menuju ke Poldasu dan meminta tim hukum dan keluarga untuk menunggu kedatangan dokter.

Dokter dari RS. Bhayangkara akhirnya datang dan memeriksa kondisi H. Irfan hamidi dengan alat pemeriksaan standart dan oleh tim hukum ditunjuki surat keterangan dari RS. Columbia, dimana beliau masih sakit dan membutuhkan istirahat total, saat itu beliau diminta untuk dibawa ke RS. Bhyangkara.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, tim hukum dan keluarga saat itu menolak dan keberatan dan tetap akan membawa beliau ke RS Columbia dimana H. Irfan Hamidi dirawat dan berobat selama ini.

Tim hukum juga sempat mempertanyakan alasan kenapa harus dibawa ke RS. Bhayangkara sementara status H. Irfan Hamidi adalah SAKSI sehingga tim hukum dan keluarga bertahan untuk tetap membawa H. Irfan Hamidi ke RS. Columbia.

Saat terjadi perdebatan tersebut, kondisi H. Irfan Hamidi seketika pingsan dan drop, kemudian oleh tim hukum dan keluarga H. Irfan Hamidi langsung dibawa keluar untuk dibawa secepatnya ke RS. Columbia, barulah kemudian Tim Hukum dan keluarga di izinkan untuk membawa H. Irfan Hamidi untuk dibawa ke RS. Columbia oleh penyidik poldasu sekitar pukul 21.00 wib.

Menurut keterangan keluarga dan tim hukum sebelumnya, H. Irfan Hamdi diciduk kepolisian karena dilaporkan oleh salah satu anggota Polsek belawan dengan kasus UU ITE. namun hingga saat ini beliau masih berstatus sebagai saksi.(azk)