Spread the love

BataraNews.com – Jagad Whatsapp dihebohkan pesan berantai terkait informasi hasil Survey calon pemilih Wapres dan Cawapres kota Bandung yang mengatas namakan Balitbang Kompas.

Dalam informasi survey tersebut Jokowi menang tipis atas rivalnya Prabowo yaitu 42,8% dan 42,2%, dan 15% tidak memilih.

Berikut pesan lengkapnya yang diterima redaksi melalui pesan berantai :

Hasil Survei Balitbang Kompas untuk PEMILIHAN PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN 2019
Metode : Multistage Random Sampling
Lokasi : Kota Bandung
Jumlah Responden : 800 orang
MoE : 3,3%
Periode Survei : 2 – 9 Januari 2019
Hasil :
Dapil 1 (Sukajadi, Sukasari, Cicendo, Andir) :
01 : 37,4%
02 : 47,4%
Tidak Memilih : 15,2%
Dapil 2 (Cidadap, Coblong, Sumur Bandung, Bandung Wetan, Cibeunying Kaler & Cibeunying Kidul) :
01 : 39,3%
02 : 43,2%
Tidak Memilih : 17,5%
Dapil 3 (Kiaracondong, Batununggal, Lengkong) :
01 : 48,4%
02 : 37,4%
Tidak Memilih : 14,2%
Dapil 4 (Antapani, Mandalajati, Arcamanik, Ujungberung, Panyileukan, Cibiru, Cinambo) :
01 : 39,4%
02 : 45,2%
Tidak Memilih : 15,4%
Dapil 5 (Gedebage, Rancasari, Buahbatu, Bandung Kidul, Regol) :
01 : 48,2%
02 : 34,5%
Tidak Memilih : 17,3%
Dapil 6 (Astana anyar, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Bbk. Ciparay, Bandung Kulon) :
01 : 44,3%
02 : 45,5%
Tidak Memilih : 10.2%
TOTAL :
01 : 42.8%
02 : 42.2%
Tidak Memilih : 15%

Terkait pesan WA berantai tersebut, Manajer Department Penelitian Litbang Kompas, M Toto Suryaningtyas membantah bahwa Kompas membuat hasil survei Pilpres 2019. “Terkait dengan beredarnya tulisan di media sosial yang menyebut sebagai ‘Hasil Survei Balitbang Kompas untuk Pemilihan Presiden & Wakil Presiden 2019’, bersama ini kami menyatakan hal itu sebagai tidak benar,” ujar Toto dalam rilis yang didapatkan Kompas.com pada Kamis (7/2/2019).

“Litbang Kompas tidak melakukan survei di Kota Bandung, dengan Periode 2-9 Januari 2019, dengan 800 responden dan Dapil di tingkat kecamatan,” kata dia. Toto mengatakan bahwa Litbang Kompas senantiasa melakukan survei eletibilitas dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah-akademik.

Selain itu, survei yang benar-benar dilakukan pihak Litbang Kompas bisa juga dipublikasikan di Harian Kompas, Kompas.id, Kompas.com, dan Kompas TV demi kontribusi kepada masyarakat.(azk)