BataraNews.com – Dinilai telah membuat gaduh soal bahan kampanyenya yang menyebut Timses sebelah gunakan Propaganda Rusia, Presiden Jokowi akhirnya di laporkan ke Polisi dan Bawaslu.

Serikat Independen Rakyat Indonesia (SIRI) melaporkan calon Presiden Joko Widodo untuk periode 2019 -2024  ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis, 7 Februari 2019. 

“Kami diterima, tapi laporannya masih dikonsultasi,” kata Ketua SIRI, Hasan Basri, di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Meski laporannya belum diterima, Hasan menyampaikan, pihaknya tetap membawa salinan barang bukti berupa ucapan Jokowi terkait ‘propaganda Rusia.’

Ia masih berharap laporannya akan tetap ditindaklanjuti oleh kepolisian. “Pernyataan Presiden Jokowi itu telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan kami menduga hal ini adalah hoaks. Artinya, Presiden telah menyebarkan berita bohong. Kami akan laporkan hal ini dan minta ini dihentikan,” ucap Hasan seperti dilansir viva.

Sementara itu, sejumlah orang yang bergabung dalam Advokat Peduli Pemilu resmi melaporkan Jokowi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas tudingannya soal propaganda Rusia. Jakarta,pada Rabu (6/20). 

Perwakilan Advokat Peduli Pemilu, Muhammad Taufiqurrahman menjelaskan bahwa proses demokrasi yang berjalan sehat menjadi alasan mereka membuat laporan ke Bawaslu.

“Jangan sampai, orang tidak memilih pasangan 01 atau yang lain karena faktor tidak menyukai program, dan menyukai visi misinya. Bukan karena alasan kebencian yang dibangun oleh rivalitas di pemilu ini,” ucap Taufiqurrahman.

Pihaknya berpendapat,seperti dilansir rmol, bahwa ucapan Jokowi tersebut yang ditambahkan oleh para timsesnya, seperti Hasto Kristiyanto, Ace Hasan Syadzily dan Arsul Sani sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi bangsa ini.

“Sehingga kami berpendapat motif ini sangat berbahaya, sangat menghasut, sangat mengganggu keutuhan demokrasi kita yang sedang berjalan baik ini,” bebernya.

Sementara barang bukti yang dibawanya ke Bawaslu antara lain salinan berita dari media online dan video pernyataan Jokowi. (azk)