Spread the love

BataraNews.com – Indonesia berencana akan membeli 11 Pesawat Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger II.

Sejauh ini, Pemerintah RI sudah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 11 unit Sukhoi Su-35 seharga 1,14 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 15 triliun. Tentang sistem pembayarannya terbagi atas 50 persen dalam bentuk imbal dagang dengan produk-produk komoditas dan 50 persen dibayar tunai.

Dalam kesepakatan imbal dagang, Indonesia akan membayar dengan komoditas, seperti kelapa sawit dan kopi.

Walau sudah tekan tanda tangan kontrak, tapi ternyata belum ada duit untuk pembayarannya.

Kondisi itu terungkap saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Rabu (23/1/2019) di Kompleks Senayan, Jakarta mengatakan, ada tiga kementerian yang terlibat dalam pengadaan Sukhoi Su-35, “Selain Kementerian Pertahanan, juga Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan,” kata Ryamizard.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Agus Setiadji mengatakan, dalam kontrak dengan Rusia, pesawat tempur Su-35 akan datang setahun setelah kontrak efektif. Namun, karena hingga Januari ini belum ada pembayaran, tahun ini belum ada kepastian Sukhoi Su-35 tiba di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui pada acara ekspor Produk Mayora di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019 mengatakan masih menunggu perkembangan lebih lanjut untuk soal Countertrada (imbal dagang) dengan Rusia.

“Masih menunggu perkembangan lebih lanjut untuk countertrade (dengan Rusia),” ujar Enggar.

“Kami (Kementerian Perdagangan) dalam posisi menunggu dari kementrian dan lembaga yang lain. Kalau jadi, kami selipkan produk Mayora,” ungkapnya.  Produk Mayora saat ini disebut sangat digemari masyarakat Rusia. Target ekspor diproyeksikan meningkat menjadi 2.000 kontainer atau setara USD40 juta pada 2019. (azk)