Spread the love

BataraNews.com – Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Beliau diutus Allah SWT ke negeri Sadum (Sodom), yaitu suatu negeri yang penduduknya sangat durhaka kepada Allah SWT dan rendah budi pekertinya. Penduduk negeri Sodom dikenal suka mencuri, merampok, merampas hak orang lain dan menganiaya sesama. Mereka juga menyukai pernikahan sesama jenis (LGBT). Mereka pun menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan mereka.

Dan ingatlah ketika Luth berkata pada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (menyukai sesama jenis) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, merampok dijalan dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?”. QS Al Ankabut ayat 28-29.

Saat Nabi Luth mempertanyakan perilaku kaumnya, mereka menjawab, “Datangkanlah kepada kami azab Allah. Jika engkau termasuk orang-orang yang benar”. Nabi Luth pun kembali berseru kepada kaumnya “Hai saudaraku, sesungguhnya kamu telah berbuat keji dan maksiat yang belum pernah diperbuat seorang pun di bumi ini, kembalilah ke jalan yang benar dan sembahlah Allah, karena hanya Dia, Tuhan yang patut disembah. Allah yang dapat menolong kalian dari segala kesulitan jika kalian memohon”.

Kaum Sodom memang berhati batu, tidak mempunyai rasa malu dan tidak mau diberi nasihat. Mereka justru balik menantang kebenaran kata-kata Nabi Luth tentang azab Allah SWT “Hai Luth, datangkanlah segera azab Allah itu, jika engkau memang orang yang benar”.

Meskipun kaumnya sulit menerima kebenaran, namun Nabi Luth tidak berputus asa dan tetap teguh mengajak mereka agar kembali ke jalan Allah SWT. Tapi penduduk Sodom bukan hanya mengabaikan seruan Nabi Luth. Mereka juga berani mengusir Nabi Luth beserta pengikutnya dari negeri itu. Kejadian tersebut justru membuat Nabi Luth semakin giat berdakwah. Karena itulah kebencian kaum Sodom kepada beliau semakin besar dan kembali menantang “Hai Luth….. kalau kamu memang benar, datangkanlah azab itu kepada kami sekarang juga…..”.

Pada suatu malam, beberapa orang tamu berparas tampan mendatangi rumah Nabi Luth. Hal ini membuat beliau khawatir dan cemas kalau-kalau kaumnya akan datang dan mengeroyok mereka. “Bukannya aku tidak senang menerima kalian di sini, hai saudaraku, tapi keadaaan negeri ini tidak aman bagi kalian”. Nabi Luth berkata kepada tamunya. Apa yang dikatakan Nabi Luth terbukti. Beberapa saat kemudian kaum Sodom mendatangi rumah Nabi Luth setelah diberitahu istri Nabi Luth yang durhaka. “Hai Luth….. Serahkan segera tamu-tamumu itu kepada kami…..” teriak mereka.

Namun para tamu itu ternyata bukan tamu yang biasa. Mereka adalah malaikat yang diutus Allah SWT untuk mengabarkan kehancuran kaum Sodom. Nabi Luth beserta pengikutnya diminta meninggalkan negeri pada tengah malam, karena azab dari Allah SWT akan segera terjadi.

Nabi Luth beserta pengikutnya yang beriman segera pergi saat tengah malam tiba. Tak lama setelah itu saat shubuh tiba, dengan kehendak-Nya, terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Allah SWT membolak-balikan negeri Sodom dan menghujaninya dengan batu bercampur api yang menyulut. Dalam sekejap kaum yang durhaka itu pun binasa dan tidak meninggalkan tanda-tanda kehidupan. Nabi Luth dan pengikutnya yang beriman selamat dari azab tersebut dan dapat meneruskan perjalanan hidup mereka.

Sumber : Kisah Luar Biasa 25 Nabi & Rasul