Spread the love

BataraNews.com – Berdalih bisa mengangkat pegawai Honorer menjadi PNS, sepasang suami-Istri di kota Prabumulih diciduk Polisi, Senin (28/1).

Salahudin yang juga merupakan ketua Projo (Pro Jokowi) kota Prabumulih dan istrinya Retno Purwanti warga Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp 595 juta.

“Ya selain pasal 378 junto 372 dengan ancaman 5 tahun penjara, pelaku Salahudin dikenai pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pasutri ini ditangkap hasil pengembangan dari saudara James yang duluan ditangkap. Mereka melakukan penipuan terhadap korbannya dengan menjanjikan bisa mengangkat honorer K2 Pemkot Prabumulih untuk diangkat menjadi PNS,” tegas Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk Travoltas SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH, Jumat (1/2) saat menggelar press release yang dilansir dari radarpribumi.

Kapolres menjelaskan, saat ini baru satu warga yang melapor atas penipuan tersebut yang korbannya mengalami kerugian Rp 145 juta. Sedangkan untuk korban yang mengalami kerugian Rp 450 juta belum melapor tapi baru konsultasi saja ke Polres.

“Tersangka Salahudin ini dari hasil pemeriksaan ternyata otak dari penipuan dengan modus bisa mengangkat honorer K2 jadi PNS. Sedangkan James itu hanya kurir saja. Oleh karena itu kita himbau bagi warga yang ikut jadi korban ketiganya, jangan sungkan untuk membuat laporan ke Polres Prabumulih,” tegasnya.

Masih kata Kapolres ketiganya dilaporkan ke Polres Prabumulih pada 16 November 2018 lalu. “Korban beberapa kali mentransfer uang ke James melalui bank BRI dan BCA diantaranya sebesar Rp 5 juta, Rp 30 juta, lalu Rp 45 juta dan Rp 45 juta. Uang itu oleh James katanya ditransfer kembali ke orang,” terangnya.

Sementara Salahudin dan Retno Purwanti kepada awak media menerangkan kalau mereka juga ikut tertipu. Sebab, uang yang diambil dari korban tersebut tidak dimakan olehnya melainkan uang untuk mengurus honorer K2 diangkat jadi PNS disetorkan kembali kepada Profesor Suhardi Kalamudin.

“Uang itu untuk mengurus pengangkatan K2 jadi PNS kami setorkan sama Profesor Suhardi Kalamudin dengan cara di transfer. Aku kenal Suhardi itu tahun 2015 saat sama-sama untuk bisnis kerjasama proyek,” ujar Salahudin.

Sedangkan Retno menambahkan, uang yang diambil memang disetorkan ke Suhardi Kalamudin yang merupakan calon Bupati Poliwali Mandar. “Silakan kalian cek saja sama polisi,” terangnya. (azk)