BataraNews.com – Pernyataan Walikota Semarang sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Semarang , Hendrar Prihadi , dinilai blunder. Pernyataan tersebut muncul di acara silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT di Semarang Town Square, Semarang, Sabtu (2/2).

Hendrar naik ke panggung untuk memberi sambutan sebelum Jokowi hadir di lokasi acara.

“Di sini ada yang pernah lewat tol?” kata dia. 

Hendrar lantas bertanya soal waktu tempuh dari Semarang ke Jakarta ketika melalui jalan tol. Sebagian pengusaha yang hadir menjawab sekitar 5 jam. 

Dia kemudian juga bertanya waktu tempuh Semarang ke Surabaya jika lewat tol. Sejumlah pengusaha yang hadir menjawab sekitar 3 jam. 

Politikus PDIP itu menyatakan keberadaan jalan tol yang sudah menyambung dari Jakarta sampai Surabaya itu karena kerja keras Jokowi selama empat tahun terakhir.

Oleh karena itu, kata Hendrar masyarakat yang tidak mendukung Jokowi tidak boleh menggunakan jalan tol yang telah dibangun pemerintah.

“Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol,” kata Hendrar disambut riuh hadirin.

Hendrar kemudian meminta masyarakat mengajak keluarganya memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Pastikan di keluarga panjenengan pilih 01 Pak Jokowi-Ma’ruf Amin. Yang punya pekerja-pekerja arahkan pilih 01 Pak Jokowi-Ma’ruf. Kalau punya pacar pilih 01,” ujarnya, seperti dilansir dari laman CNN.

Pernyataan Hendrar ini pun ramai diperbincangkan di jagad maya dan berhasil menjadi trending topik di Sosmed. Banyak Netizen berkomentar, banyak pendukung-pendukung Jokowi saat ini melakukan blunder yang dapat merontokkan suara Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Pasalnya, mereka menilai apa yang dipertunjukkan pendukung-pendukung Jokowi merupakan kontra produktif alih-alih ingin meningkatkan suara Jokowi. Faktanya, semua rakyat Indonesia sudah paham kalau masuk jalan tol itu tidaklah gratis dan pembangunan jalan tol tersebut juga dilatar-belakangi faktor bisnis. (azk)