Spread the love

BataraNews.com – Buni Yani resmi di eksekusi hari jumat sore (1/2/2019) dan menjalani vonis penjara 1,5 tahun di Lapas Gunung Sindur.

Buni Yani sebelumnya datang ke Kejari Depok setelah permohonan penangguhan penahanannya ditolak. Saat tiba pada pukul 18.28 WIB, Buni Yani tampak menebar senyuman. 

Buni Yani divonis bersalah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Dia dihukum 18 bulan penjara saat itu.

Perlawanan hukum Buni Yani berlanjut ke tingkat pengadilan tinggi, tetapi kandas. Sampai kemudian jaksa dan Buni Yani sama-sama mengajukan kasasi. Namun MA menolak kasasi tersebut, baik yang diajukan oleh Buni Yani maupun jaksa.

Di dalam mobil tahanan, ada hal menarik yang dilakukan menarik. Sadar akan ada kamera dan jepretan wartawan terus mengarah padanya, Buni Yani lantas mengacungkan ‘Salam 2 Jari’ .

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, menyebut terpidana kasus ujaran kebencian Buni Yani sebagai pejuang demokrasi.

“Buni Yani adalah salah satu pejuang demokrasi, dari jauh kami mendoakan semua mudah-mudahan rezim penegakan hukum tetap taat¬†asas pada nilai,” ujar Priyo saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1).(azk)