Spread the love

BataraNews.com – Heboh spanduk berukuran besar yang sempat dipasang di JPO Tebet – Jakarta Selatan pada rabu lalu (30/1) dengan tagline ‘Hargai Hak-hak LGBT’ dan terdapat logo PSI serta foto Ketua umum dan Sekjennya tersebut rupanya sempat menjadi perbincangan panas. Pasalnya, Isu LGBT masih menjadi isu yang sangat sensitif di negeri ini.

Pihak PSI melalui Sekjennya Raja Juli Antoni langsung membantah kabar tersebut. Toni menduga spanduk itu merupakan serangan terhadap PSI. Dia menegaskan PSI tak memasang spanduk tersebut. “Perlu kami tegaskan bahwa: spanduk dan baliho itu BUKAN dibuat oleh PSI,” kata Toni dalam keterangan tertulis, Rabu (30/1/2019).

“Kami menduga serangan sistematis ini dilakukan oleh kelompok-kelompok politik yang terganggu oleh perjuangan PSI melawan korupsi dan intoleransi,” imbuh dia.

Toni menyebut PSI kini banyak mendapatkan dukungan publik. Ia menyinggung soal survei Charta Politika yang menyatakan elektabilitas PSI sebesar 1,5 persen.

“Partai ini terus menunjukkan kenaikan dukungan, dan rupanya inilah yang membuat para koruptor dan kaum intoleran menjadi gerah dan melakukan serangan sistematis,” sebutnya.

Sebelumya, Seorang driver ojek online, Abdurrahman, yang turut membantu menurunkan spanduk tersebut mengatakan jika yang memasang spanduk itu mengaku dari PSI.

“Orang yang pasang (spanduk) tadi kabur, tapi katanya orang PSI¬†Ciganjur. Dia yang mencopot lagi spanduknya. Saya juga bantu lepasin spanduk di JPO itu juga tapi enggak semua,” ucap Abdurrahman seperti dilansir Tribunnews.(azk)