Agus Suhendar 27/12/2018 1:09 AM
Spread the love

BataraNews.Com Adanya desakan dari 5 pendiri PAN yaitu Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty dan Zumrotin, membuat Fahri Hamzah geram. Menurut Fahri dalam cuitan di akun twitter nya @fahrihamzah demi kepentingan sejarah maka dia akan membongkar kelompok siapa yang serang Amien Rais. “Sebab jarang yang tahu, siapa mereka dan apa agenda mereka,” cuitan Fahri dengan lugas. Dia pun menambahkan bahwa ada hubungan antara gagalnya mantan Presiden Habibie terpilih kembali dengan disingkirkannya Prabowo saat itu.

“Bersyukur kepada Allah SWT, saya berkenalan dengan tokoh-tokoh besar ini dalam usia muda. Saya ke Jakarta tahun 1992 dan bertemu dengan mentor saya almarhum bapak Adi Sasono. Ini pintu mengenal Elit Indonesia. Maka saya tahu sejarah kelompok mereka,” papar Fahri mulai menjelaskan tentang siapa mereka yang serang Amien Rais. Menurut Fahri, Amien Rais adalah mercusuar intelektual Indonesia karena keberaniannya saat itu meminta Pak Harto mundut di saat tak ada satu orang pun yang berani.

“Singkat cerita, setelah pak Harto jatuh, dan Amien Rais menjadi mercusuar di kalangan intelektual dan mahasiswa, orang-orang bertanya apa selanjutnya? Beliau ditarik di antara dua keinginan. Habibie ingin beliau gabung dengan pemerintah tapi sebagian ingin beliau di luar,” jelas cuitan Fahri. Lebih lanjut lagi Fahri memaparkan bahwa akhirnya Amien Rais memutuskan berada di luar pemerintah sebagai tandingan (oposisi). Fahri beranggapan bahwa keputusan Amien Rais ini adalah adu domba. “Seperti akhirnya Pak Prabowo pun tersingkir dari samping Habibie. Bayangkan kalau mereka bersatu. Tapi itulah sejarah,” cuitan Fahri

Semakin gamblang lagi Fahri memaparkan bahwa ada kelompok-kelompok yang memang todak punya modal sebesar Amien Rais tapi mereka punya jaringan. “Mereka ini anti Habibie tetapi mereka memerlukan pak Amien untuk melawan Habibie. Mereka yang berbahagia karena pak Amien tidak mau gabung,” papar Fahri dalam cuitannya. Fahri pun memapatkan bahwa kelompok-kelompok ini tidak ingin ada orang pintar yang tidak bisa dipengaruhi memimpin negeri ini.

Berikut ini kutipan cuitan Fahri Hamzah selanjutnya:

Itulah agenda laten kelompok ini. Setelah berhasil menggagalkan konsolidasi kelompok yang punya akar, mereka putar haluan. Saya ingat, mereka gembira dengan periode pertama Pak SBY karena cukup akomodatif. Tapi, begitu beliau mulai keras, serangan datang.

Sekarang, musuh mereka bergabung. Tokoh seperti SBY, Amien Rais dan Prabowo adalah mewakili kelompok yang tidak saja mengerti persoalan tetapi mengakar. Ini yang mereka takutkan karena mereka bisa kehilangan kendali kebijakan. Kelompok ini gandrung mendukung orang lemah. Motifnya adalah mempengaruhi kebijakan dan mengambil bagian dalam kekuasaan. Banyak mau tanpa keringat itulah cara mereka. Manuver dan politik elit itu jalan mereka.

Mereka benci partai politik maka mereka tidak suka dengan kader parpol. Mereka selalu ingin mendukung apa yang mereka sebut “Kabinet Profesional” yang mereka artikan kabinet tanpa kader partai. Sebab umumnya mereka gak punya partai. Kalau mereka pernah berpartai, umumnya mereka ambil posisi di luar. Kalau ada manfaat mereka ngaku partai kalau gak ada manfaat mereka berada di luar. Mereka senang mengadu domba dan memanfaatkan orang bodoh dalam partai.

Tipe orang yang mereka serang dalam partai Islam itu adalah tipe orang-orang yang disebut oleh mantan PM dan Ketua Umum Masyumi Pak Natsir, “Islam beribadah, akan dibiarkan. Islam berekonomi, akan diawasi. Islam berpolitik, akan dicabut seakar-akarnya”. Mereka senang dengan orang Islam yang planga-plongo, apalagi kalau cacat moral dan banyak kasus, mereka biarkan. Tapi kalau orang bersih mereka benci betul. Setelah gagal hancurkan reputasinya mereka cari segenap cara untuk menyingkirkannya.

Apapun, Amien Rais hari ini masih menjadi jangkar kekuatan politik Islam yang moderen dan rasional. Mereka gak suka. Ini yang menggetarkan. Kita doakan pak Amin diberi kekuatan oleh Allah Tuhan YME agar terus bekerja. Beliau adalah sisa kekuatan reformis yang bertahan. Mereka yang mendesain sistem reformis ini dari awal dan mereka yang akan menjaga dari segala pengkhianatan.

Hari ini, ketika modal sudah terlalu dominan dalam politik, dan 1% orang paling kaya menguasai hampir 50% kekayaan negara, kita berharap kepada apa? Pak Prabowo dkk hanya ingin mengoreksi itu semua kenapa kalian marah?

Semoga para penyerang Amien Rais membangunkan kita semua, tentang pertaruhan berbahaya. Betul kata Pak Prabowo apakah kita akan tetap punya masa depan? Semoga Tuhan melindungi bangsa Indonesia. Aamiin. (KS)

Sumber: Twitter @fahrihamzah