Spread the love

BataraNews.com – Gelaran Pemilu  tahun 2019 yang akan dihelat dalam hitungan beberapa bulan lagi bakal lebih ramai dengan adanya penambahan kategori DPT yang sudah disahkan tersebut. Penambahan kategori tersebut adalah dengan dibolehkannya para penyandang Tuna Grahita atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masuk di DPT Pemilu 2019 di Provinsi Banten. Penetapan itu berdasarkan pleno KPU Banten.

Komisioner KPU Banten Agus Sutisna mengatakan pleno KPU bersama Bawaslu pada Rabu (12/12) telah menyepakati daftar pemilih tetap hasil penyempurnaan (DPTHP) sebanyak 8.112.477 pemilih. Atau berkurang 7.938 dari penyempurnaan tahap pertama sebanyak 8.120.415 pemilih.

Data tersebut, menurut Agus adalah hasil tim KPU yang melakukan pendataan ke rumah warga, panti rehabilitasi sampai yayasan. Agus menyampaikan bahwa ODGJ memiliki hak pilih berdasarkan regulasi KPU serta rekomendasi Bawaslu dan diatur undang-undang.

“Pendataan ODGJ ke DPT itu jelas berdasarkan surat edaran yang basisnya rekomendasi Bawaslu dan tentu undang-undang,” kata Agus saat berbincang dengan detikcom di Serang, Banten, Kamis (13/12/2018).

Hasilnya, para tuna grahita atau ODGJ ditetapkan sebagai  DPTHP sebanyak 1.380. pemilih ODGJ tersebut tersebar di Cilegon 89 jiwa, Kota Serang 63 jiwa, Kota Tangerang 207 jiwa, Tangsel 58 jiwa, Lebak 216 jiwa, Pandeglang 175 jawa, Serang 471 dan Tangerang 116 pemilih.

Cara mengeluarkan hak pilihnya juga menurut Agus sama dengan orang normal lainnya, yaitu mereka datang ke TPS yang ditunjuk namun harus membawa surat keterangan Dokter dan dinyatakan sehat dan ada kolom khusus saat pencoblosan nanti.

“Semua pemilih disabilitas itu didampingi, kan ada beberapa kategori, daksa, rungu, netra, grahita. Semua bakal ada pendamping, tidak sendirian datang ke TPS seperti dalam bahasa umum orang gila ke TPS. KPU punya regulasi dan antisipasi,” tegasnya. (dtk)