Jadi Tersangka, Habib Bahar disangkakan Pasal ITE dan Diskriminasi Ras dan Etnis

Spread the love

BataraNews.com – Setelah hampir 11 jam diperiksa penyidik, Kuasa Hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengabarkan bahwa kliennya sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka pada Kamis (6/12) malam.

Menurut Azis, Habib Bahar dijerat penyidik dengan pasal yang disangkakan pelapor, yakni pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 207 KUHP, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Penyidik juga telah menyita delapan barang bukti yang terkait dengan peristiwa tersebut guna kepentingan penyidikan. Kesimpulan sementara, maka dapat disimpulkan bahwa benar telah dilaksanakan acara penutupan Maulid Arba’in pada tanggal 8 Januari 2017 di Gedung Ba’alawi, Jalan Ali Ghatmir Lorong Sei Bayas, Kelurahan Ilir, Ilir Timur Palembang yang dihadiri kurang lebih seribu orang.

Azis mengatakan meski ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar belum ditahan oleh penyidik. “Alasan tidak ditahan malam ini sebab penyidik menilai Bahar tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti,” lanjutnya.

Saat ini tim kuasa hukum Habib Bahar tengah mendiskusikan untuk mengajukan upaya hukum gugatan praperadilan terkait penetapan kliennya sebagai tersangka. “Itu nanti ke depan kami diskusikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Advokat Cinta Tanah Air atau ACTA, Habib Novel Bamukmin mengancam akan melakukan upaya hukum praperadilan jika penyidik Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar bin Ali bin Smith sebagai tersangka dalam perkara ujaran kebencian.

Novel mencurigai langkah penyidikan yang dilakukan tim Bareskrim Mabes Polri. Menurut Novel, proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri terhadap terlapor Habib Bahar bin Ali bin Smith dinilai terlalu cepat dan agresif, berbeda dengan sejumlah kasus lain yang lambat ditangani Bareskrim Mabes Polri.

“Ini kan tidak adil. Kok kasus penghinaan lain tidak diproses dengan cepat, malah ada yang dimaafkan. Tetapi kok kasus ini secepat kilat, agresif sekali ya Bareskrim menangani kasus ini. Kalau [Habib Bahar bin Ali bin Smith] ditetapkan sebagai tersangka hari ini, kami akan praperadilankan Bareskrim,” tuturnya, Kamis (6/12/2018).

Novel mengklaim sampai saat ini sudah ada 50 kuasa hukum yang akan mendampingi Habib Bahar bin Ali bin Smith untuk diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri. Menurutnya, semua kuasa hukum Habib Bahar bin Ali bin Smith tersebut akan mendampingi sampai akhir.(azk)