Dianggap tidak Memiliki Kapasitas, Media Luar menyarankan Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketum PSSI

Spread the love

BataraNews.com –  Edy Rahmayadi yang kini menjabat sebagai ketum PSSI rupanya menjadi bahan perbincangan panas dibeberapa pekan ini. Tentu saja hampir seluruh penggemar sepak bola tanah air paham mengapa Ketum PSSI ini terus diperbincangkan terutama oleh netizen tanah air.

Yang paling kentara sekali sebabnya adalah gagalnya timnas Indonesia lolos dalam gelaran AFF tahun ini meskipun timnas masih memiliki 1 pertandingan lagi yang tidak berpengaruh dengan hasil akhir.

Selain itu, jawaban-jawaban Edy Rahmayadi yang terkesan asal ‘njeplak’ ketika ditanya tentang kegagalan Timnas lolos dalam putaran kedua AFF menjadi bahan cibiran tiap orang. Jawaban yang terkesan asal ‘njeplak’  itu muncul ketika awak media bertanya tentang kegagalan timnas di AFF dan dijawab enteng Edy dengan mengatakan kalau wartawannya baik maka timnasnya akan baik.

Saking ‘gemes’ nya dengan nasib persepakbolaan Indonesia saat ini, Media luar negeri sampai menyoroti dan menurunkan ulasannya kenapa Ketum PSSI sekarang harus diganti untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia.

Dilansir BolaSport.com dari Fox Sports Asia, berikut lima alasan yang membuat Edy Rahmayadi harus mundur dari PSSI menurut Fox Spors Asia :

1. Penampilan buruk timnas Indonesia

Pertama kali Edy Rahmayadi ditunjuk sebagai Ketua Umum PSSI, timnas Indonesia mampu menembus final Piala AFF 2016 meski harus tumbang dari Thailand di partai final.

Namun, dua tahun setelah gelaran itu, prestasi timnas Indonesia merosot di turnamen tersebut.

Di Piala AFF 2018, peluang timnas Indonesia lolos ke semifinal tipis setelah menelan dua kekalahan dalam tiga laga pertama fase grup.

Dengan tiga poin dari tiga pertandingan, timnas Indonesia wajib memenangi laga terakhir kontra Thailand, Minggu (25/11/2018).

Tak cukup itu saja, timnas Indonesia juga butuh bantuan Thailand untuk mengalahkan Singapura dan Singapura dalam dua laga berikutnya.

2. Kompetisi Liga 1 tetap bergulir meski timnas Indonesia sedang berlaga

Beberapa waktu lalu, Fox Sports Asia menyoroti Liga 1 yang tetap berjalan kendati timnas Indonesia tengah berlaga.

Menurut media yang sama, Liga 1 menjadi satu-satunya liga dunia yang melakukan hal tersebut.

Liga 1 masih berjalan saat Indonesia dikalahkan Singapura dengan skor 0-1, begitu pula saat Indonesia takluk 2-4 dari Thailand.

Hal itu membuat suporter timnas Indonesia kecewa dan, lagi-lagi, melayangkan protes di media sosial.

3. Kecerobohan dalam seragam timnas Indonesia

Kesalahan tak wajar dilakukan oleh timnas Indonesia saat menjamu Timor Leste pada matchday kedua Piala AFF 2018.

Kala itu, timnas Indonesia yang berseragam merah, tak mengenakan patch atau logo turnamen di lengan kanan jersey.

Padahal dalam peraturan yang dirilis oleh AFF, patch tersebut wajib dipasang oleh setiap tim yang berlaga.

Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, mengakui bahwa pihaknya lalai dalam memasang patch tersebut.

“Sebelumnya kami sudah meminta kepada AFF terkait patch itu tapi baru diberi H-1 sebelum pertandingan. Ketika diberi, kami langsung memasang patch itu ke jersey away karena kan kami tim tamu. Itu juga kami buru-buru dan belum memasang patch di jersey merah,” kata Gatot.

Karena keteledoran tersebut, PSSI terancam sanksi Rp 73 juta dari AFF.

4. Kekerasan terhadap suporter

Fox Sports Asia juga menyoroti tindakan yang dilakukan Edy Rahmayadi kepada suporter yang menyaksikan laga PSMS Medan kontra Persela Lamongan di Stadion Teladan, Medan.

Dalam sebuah rekaman video yang kemudian tersebar luas di jagad maya, Edy Rahmayadi terlihat menampar suporter yang menyalakan flare di dalam lapangan.

Akan tetapi, Edy Rahmayadi berkilah dan membantah insiden penamparan tersebut.

“Saya hanya mencegah sanksi lain, itulah mengapa saya dekati suporter. Saya tak menampar siapa pun,” tutur Edy Rahmayadi.

5. Rangkap Jabatan

Salah satu hal utama yang menjadi keresahan suporter timnas Indonesia kepada Edy Rahmayadi adalah perihal rangkap jabatan.

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kemudian ikut pemilihan Gubernur Sumatra Utara dan berakhir dengan kemenangan.

Dua posisi yang diemban Edy Rahmayadi tersebut, menurut suporter timnas Indonesia, tak akan bisa sejalan. (zk)