Prihatin, Jadi Sarang Ribuan LGBT, Masyarakat Bogor Bentuk Forum Anti LGBT

Spread the love

BataraNews.com – Prihatin adanya peningkatan yang tajam terhadap jumlah kaum LGBT menjadi kekhawatiran banyak pihak. Tak terkecuali Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya.

Melalui audiensi dengan Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman pada Rabu (28/03/18) di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, GNPF Ulama Bogor Raya menyampaikan keinginannya untuk dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Sinergi ini tentu berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan LGBT di Kota Bogor yang akan dilakukan dengan pendekatan secara agama,” ujar Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah GNPF Bogor Raya, Abdul Halim, sebagaimana dilansir Heibogor.com.

Kota Bogor  kini dipenuhi para penyuka sesama jenis. Tak lagi sembunyi-sembunyi, mereka mangkal di sejumlah lokasi strategis di kota bersuhu dingin itu.

Setidaknya, dari hasil pendataan  Dinas Kesehatan Kota Bogor, ada 39 titik yang sering dijadikan lokasi kumpul barang para pecinta sesama yang lazim disebut Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender  (LGBT) itu.

Bahkan lokasi-lokasi tersebut merupakan lokasi strategis dan sangat dekat dengan keramaian. Salah satunya adalah di Taman Sempur yang jaraknya hanya berkisar 100 meter dari Istana Presiden di Bogor.

Pengelola Program HIV Dinkes Kota Bogor, Nia Yuniawati mengaku, tercengang ketika melakukan pemeriksaan di Taman Sempur beberapa waktu lalu.

Dalam semalam, bisa menjaring sebanyak hampir 200 pria homoseksual untuk diperiksa VCT. “Mereka biasanya berkelompok, mulai dari remaja sampai dewasa,” ucapnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Berdasarkan hasil pemetaan sementara yang dilakukan Nia beserta timnya, 39 lokasi yang diyakininya sebagai tempat perkumpulan LGBT 31 di antaranya merupakan perkumpulan gay, sedangkan 8 lainnya merupakan perkumpulan waria.

Nia Yuniawati mengungkapkan, dari data Dinkes Kota Bogor per Desember 2017 jumlah LSL (lelaki seks dengan lelaki) atau homoseksual ada 2.495 orang.

“Kategori LSL ini rata-rata mereka sudah melakukan hubungan intim. Dan dari 2.495 itu, 213 orang sudah terkena HIV,” ujarnya saat pertemuan dengan Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman dengan pengurus GNPF-Ulama Bogor Raya di Balaikota Bogor, Rabu (28/3/2018).

Berdasarkan keprihatinan ini juga baru-baru ini telah terbentuk Forum Masyarakat Bogor  Anti LGBT. Masyarakat Bogor yang diwakili ormas-ormas Islam pada hari Kamis (18/10) bertempat di Masjid Ijtihad Komp. Indraprasta Bogor telah membentuk Forum Masyarakat Anti LGBT (FMA– LGBT) yang insya Allah akan mengadakan Aksi Tolak LGBT di Balaikota Bogor pada Jumat 2 Nopember 2018.

Panitia Aksi tersebut berharap akan banyak masyarakat dan tokoh masyarakat yang hadir agar sosialisasi Anti LGBT ini dapat semakin masif sehingga program-programnya dapat berjalan dengan baik.(azk)