Jumlah LGBT Indonesia Capai 7 Jutaan, 69 Gunung Aktif Siap Terima Perintah…Waspadalah !

Spread the love

BataraNews.com – Penulis buku Jakarta Undercover, Moammar Emka, memiliki banyak cerita terkait aktifitas LGBT, menurutnya,  mereka sering mengadakan pesta dan pertemuan sesama LGBT.

“Saat ini mereka (LGBT) sudah mulai terbuka meski masih membatasi diri. Mereka sudah tak malu lagi menggandeng pasangannya. Walaupun masih lebih banyak dilakukan di tempat hiburan,” tegas Moammar kepada JawaPos.com, Senin (22/5).

Moammar menjelaskan, pesta semacam itu semakin populer setelah tahun 2012 ke atas. Kemudian, jumlah kaum gay juga terus bertambah. Moammar mengutip data Kementerian Kesehatan, jumlah gay di tahun 2012 saja ada 1 juta orang.

“Itu data Kemenkes. Gay (LGBT) di Indonesia setelah tahun 2012 ada 1 juta orang. Bahkan ada prediksi data di permukaan, jumlah gay itu ada 3 persen penduduk Indonesia. Itu baru prediksi ya, belum lagi yang tidak ketahuan,” cerita Moammar.

Jika penduduk Indonesia saja berjumlah 260 juta jiwa, jika 3 persennya adalah kaum LGBT, maka ada sekitar 7 jutaan lebih kaum LGBT yang  hidup di Indonesia sekarang ini.

LGBT dalam literatur Islam  merupakan perbuatan keji  dan pernah  dilakukan kaum Nabi Luth Alaihis salaam (As)  yang  menurut Al Qur’an tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh siapapun. Allah berfirman:

“Dan ingatlah Luth ketika berkata pada kaumnya: Apakah kalian melakukan al-fahisyah yang belum pernah dilakukan seorangpun di alam ini. Sungguh kalian mendatangi laki-laki bukan wanita dengan penuh syahwat. Sungguh kalian kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf [7]: 81).

Senada itu,  Ibnu al-Qayyim menerangkan, ketika akibat buruk/dampak dari perbuatan tersebut adalah kerusakan yang besar, maka balasan yang diterima di dunia dan akhirat adalah siksaan yang berat (al-Jawab al-Kafi liman Sa-ala ‘an ad-Dawaa asy-Syafi).

Hukuman berat tersebut berupa adzab yang bertubi-tubi pada pelaku homoseksual dari kaum Nabi Luth. Mereka dibinasakan dengan suara yang keras, dibenamkan ke dalam tanah lalu dihujani dengan batu.

Sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil.” (QS. Al-Hijr [15]: 72-74).

Jika melihat fenomena alam  di Indonesia sekarang, seakan-akan alam di Indonesia tengah menjadi peringatan keras agar kita harus lebih hati-hati dalam menjalani  kehidupan bermasyarakat dan menahan diri dari perbuatan melampau batas. Karena bagi Allah SWT, sangat gampang menimpakan azab ke suatu kaum apalagi di Indonesia yang memiliki ratusan gunung berapi yang aktif yang siap meletus kapanpun Allah SWT  menghendaki.

Ancaman Allah SWT kepada masyarakat Indonesia tentunya bukan main-main, berdasarkan  data Badan Geologi Kementerian ESDM yang diterbitkan Selasa (2/10/2018), ada 69 Gunung Api Aktif  yang sedang dipantau terus-menerus selama  24 Jam seperti dikutip laman tribun.

Dari 127 Gunung api Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini ada satu gunung api status AWAS/Level IV, yaitu G. Sinabung (Sumut) sejak 2 Juni 2015. Satu gunung api status SIAGA/Level III, yaitu G. Agung  Bali sejak 10 Februari 2018.

Sebanyak 19 gunung api Status Waspada/Level II (Merapi, Marapi, Kerinci, Dempo, Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono, Lewotolok dan Banda Api

Sisanya 48 gunung api: Status NORMAL/Level I. Sebagai contoh, berikut ini status beberapa gunung api yang statusnya di atas Level 1 :

1. Gunung api Sinabung (Sumatera Utara) ; Status Level 4 (Awas)

2. Gunung api Agung (Bali) ; Status Level 3 (Siaga)

3. Gunung api Kerinci (Jambi & Sumatera Barat) ; Status Level 2 (Waspada)

4. Gunung api Krakatau (Lampung); Status Level 2 (Waspada)

5. Gunung api Merapi (Jawa Tengah – Yogyakarta) ; Status Level 2 (Waspada)

6. Gunung api Dukono (Halmahera) ; Status Level 2 (Waspada)

7. Gunung api Ibu (Halmahera) ; Status Level 2 (Waspada)

8. Gunung api Soputan (Minahasa – Sulawesi Utara ) ; Status Level 3 (Siaga)

Indonesia dari tahun ke tahun tak luput dari peristiwa bencana alam. Kejadian yang tak ada selesainya ini harus dijadikan introspeksi bersama. Bagi kaum muslimin dan umat beragama lainnya harus sama-sama mengingatkan umatnya masing-masing agar tidak melakukan apapun jenis perbuatan melampau batas  apalagi sampai melegalkannya.

Bila suatu masyarakat sudah melakukan  bahkan melegalkan perbuatan melampau batas, maka sebenarnya sama saja  sudah meng-halalkan diri mereka untuk di azab. Jangan sampai kita yang tidak melakukan perbuatan melampau batas ikut terkena azab Allah juga  lantaran sikap cuek dan tidak peduli dengan peringatan Allah ini. (azk)