Jumlah Pengungsi Korban Gempa Palu dan Donggala Capai 60 ribuan jiwa

Spread the love

BataraNews.com – Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR dengan kedalaman 10 km yang berpusat di Donggala, Sulawesi Tengah yang disusul oleh tsunami di kota Palu pada 28/9/2018 pukul 17.02 WIB, membuat Indonesia kembali berduka.

Listrik padam dan jalur komunikasi yang masih lumpuh menyebabkan team kesulitan untuk memetakan potensi masalah dan pemetaan. Informasi dari BNPB intensitas gempa VI-VII MMI (keras hingga sangat keras), menyebabkan kerusakan di Kota Palu, terutama di wilayah Donggala hingga ke jalan menuju Toli -toli.

Saat ini tim relawan  telah melaporkan kondisi Kota Palu dan Donggala. Berikut beberapa pantauan kondisi disana. Suasana pada malam hari seperti kota mati, listrik dan sinyal susah. Penjarahan di mana-mana. Toko-toko dan warung rata-rata tutup. Bensin langka, Air susah dan banyak yang memanfaatkan situasi hingga ada yang jual air 100 ribu rupiah pergalon. Daerah Petobo, Biromaru, Jono Oge dan Sidera banyak korban terendam lumpur setinggi 3 meter, butuh bantuan evakuasi.

Berdasarkan pantauan tim relawan terbaru menunjukkan gempa yang terjadi di Palu dan Donggala telah mengakibatkan sebanyak 1.193 orang tewas, korban selamat dan luka berjumlah 945 orang, yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak 99 orang dan 152 orang tertimbun. Jumlah pengungsi sampai saat ini telah mencapai 59.450 orang (di 109 Lokasi). Kerusakan infrastruktur juga cukup parah dan lebih dari 65.733 unit rumah tinggal rusak parah.(azk)