Capai Korban Jiwa 420 orang, Pemerintah Siapkan Bantuan 560 Miliar terkait Bencana Palu

Spread the love

BataraNews.com –  Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebut, pihaknya masih berupaya mengakses Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Ketiga daerah itu masing-masing terletak di utara, selatan, dan timur Kota Palu.

“Dampak gempa ini ternyata bukan hanya di Palu dan Donggala. Ternyata juga di Sigi, Parigi Moutong, dan tempat lain. Kami berupaya mengakses, cuma kita juga mengalami kendala, listrik padam dan komunikasi lumpuh,” papar Sutopo.

Di Palu, sambung Sutopo, air bersih menjadi kebutuhan mendesak. “Jaringan air bersih hancur karena gempa, sumur-sumur menjadi keruh,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/9), Sutopo menyebut penanganan darurat masih dipusatkan pada pencarian dan penyelamatan.

Ia membantah tudingan bahwa evakuasi dan penanganan bantuan kemanusiaan berlangsung lambat.

Belum jelas, bagaimana upaya pemerintah untuk menjangkau Donggala.

Betapa pun, katanya, “kalau mengacu pada kekuatan gempa bumi, maka yang di Donggala kerusakannya bisa jauh lebih parah. Namun korban jiwa belum tentu, karena sebaran penduduknya berbeda,” katanya pula.

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memberikan dana bantuan untuk melakukan operasi kemanusiaan dengan adanya bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Palu.

“Kita mendapatkan permintaan dari BNPB, hari ini saya akan proses dana siap oakai (on call) sekitar Rp560 miliar untuk cepat di cairkan secepatnya,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Dia menjelaskan, dana itu nantinya bisa dicairkan pada hari Senin atau mungkin besok, apabila dari perbankan memungkinkan. Itu dana untuk BNPB untuk bisa langsung operasi kemanusiaan sementara.

“Kita juga akan tetap tetap memonitor Lombok, NTB,” jelasnya.

Dia menuturkan, bahwa BNPB di Donggala dan Palu itu untuk hari-hari pertama seperti ini adalah menolong semaksimal mungkin.

“Jadi ini masa-masa emergency membantu masyarakat yang menjadi korban seminimal mungkin. Atau mereka yang sakit karena rumah sakit kita assessment kerusakannya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, jumlah korban tewas akibat Tsunami dan gempa di Palu, BNPB merilis data sementara korban jiwa mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus.(azk)