Kisah Pengusaha Palestina yang Sumbang seluruh Hartanya untuk Kemerdekaan Indonesia

Spread the love

BataraNews.com – Secuil kisah tauladan sesama saudara seiman ini pernah dan sungguhan terjadi dan tercatat dilembar sejarah kemerdekan Indonesia. Banyak teriakan ‘nyinyir’ di dalam negeri  sering kita dengar kenapa harus peduli dengan negara lain seperti Palestina padahal negara sendiri saja masih susah.

Buat kawan-kawan dan saudara-saudara yang suka ‘nyinyir’ dengan saudara-saudara lainnya yang berjuang untuk membantu orang-orang Palestina, yuk kita baca sejarah kemerdekaan kita dulu dan bagaimana saudara seiman di Palestina dengan sungguh-sungguh membantu bangsa Indonesia agar bisa merdeka seperti sekarang ini.

Seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator dan Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI ), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan, Lc, sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran-serta, penggalangan opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini — yang secara terbuka menyambut kemerdekaan Indonesia yang saat itu dijanjikan kemerdekaan oleh Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso.

“Sebagai contoh, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (yang melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan,” tulis M. Zein.

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini adalah seorang ulama yang kharismatik, mujahid, mufti besar Palestina begitu kuat mendukung kemerdekaan Indonesia, walaupun pada saat itu beliau sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini pun mendesak agar Negara-negara Timur Tengah mengakui kemerdekaan Indonesia sehingga berhasil meyakinkan Mesir dan kemudian diikuti oleh Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan.

Tak hanya itu, dukungan untuk menyokong kemerdekaan Indonesia juga dengan bantuan harta.

Seorang saudagar kaya Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher, beliau spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia.

Kisahnya, suatu hari Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hassan ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia (wadah perjuangan diplomasi revolusi kemerdekaan Indonesia di luar negeri) ke Bank Arabia, mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat tanpa meminta tanda bukti penerimaan dan berkata,

“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”, kata Muhammad Ali Taher.

Sampai saat ini secara umum hubungan Indonesia dan Palestina terjalin dengan baik bahkan dalam perjuangan Palestina melawan penjajah Israel, rakyat Indonesia tidak pernah berhenti dalam mendoakan dan memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. (azk)