BataraNews.com – Zaman Rasulullah SAW dijuluki sebagai sebaik-baik zaman karena tidak lepas dari banyaknya kisah keteladan Nabi SAW dan para shahabatnya.

Kisah Indah tersebut pun turun-menurun diabadikan dalam ribuan kitab-kitab hingga ke generasi sekarang ini.

Salah satu kisah keteladan mereka yang amat masyhur dikenang adalah tentang amalan sedekah.

Amalan sedekah merupakan amalan yang lekat dan terpisahkan dalam ajaran Islam. Bahkan amalan tersebut banyak diabadikan dalam Al quran sebagai amalan calon penghuni surga.

Makanya tak heran jika para sahabat berlomba-lomba dalam mengamalkan tanpa pikir panjang apakah sedekahnya tersebut mendapat ganjarannya langsung di dunia atau tidak. Namun, satu yang pasti dijanjikan Allah SWT yang tidak mungkin meleset adalah ganjaran surga yang telah menunggu nanti.

Atas motivasi ini saja, seharusnya kita tidak perlu mengkhawatirkan ganjarannya kelak yang akan kita dapatkan.

Berikut nukilan kisah teladan bagaimana semangat tersebut pernah terjadi jauh sebelum kita lahir dan mengenal Islam.

Abu Bakar  adalah salah seorang shahabat dekat Nabi . Ia selalu beramal dalam kebaikan, dan tidak pernah tanggung-tanggung dalam mensedekahkan hartanya di jalan Alloh. Ia memberikan semua hartanya di jalan Alloh .

Salah satu contoh kedermawanannya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari Umar bin Khathab . Ia berkata, “Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah. Pada saat itu aku memiliki harta. Lalu aku berkata, ‘Hari ini aku akan dapat mendahului Abu Bakar.

Lalu aku datang membawa separuh dari hartaku. Rasulullah  bertanya, ‘Tidakkah kau sisakan untuk keluargamu?‘ Aku menjawab,’Aku telah menyisakan sebanyak ini.’ Lalu Abu Bakar datang dan membawa harta kekayaannya.

Rasulullah  bertanya, ‘Apakah kamu sudah menyisakan untuk keluargamu?‘ Abu Bakar menjawab, ‘Saya telah menyisakan Alloh dan Rasulullah  bagi mereka.’ Aku (Umar) berkata, “Demi Alloh, saya tidak bisa mengungguli Abu Bakar sedikitpun.“(azk)